Perangkat Pembelajaran PJOK Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka Lengkap dengan Modul Ajar Deep Learning

Perangkat Pembelajaran PJOK Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka Lengkap dengan Modul Ajar Deep Learning

Bagi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), menyiapkan perangkat pembelajaran bukan sekadar memenuhi kebutuhan administrasi. Perangkat yang tersusun dengan baik justru menjadi peta kerja agar kegiatan pembelajaran di lapangan lebih terarah, tujuan pembelajaran dapat dipantau, dan perkembangan peserta didik dapat dinilai secara lebih utuh.

Karena itu, pada artikel ini kami membagikan Perangkat Pembelajaran PJOK Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka yang disusun dalam satu paket. Di dalamnya terdapat beberapa dokumen utama yang saling berhubungan, mulai dari Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), Program Tahunan (Prota), Program Semester (Prosem), Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP), hingga modul ajar berbasis Deep Learning atau Pembelajaran Mendalam.

Paket ini juga dilengkapi dengan materi presentasi PowerPoint, beberapa e-Modul PJOK Kelas XI, serta sejumlah dokumen bonus berupa regulasi Kurikulum Merdeka dan referensi Pembelajaran Mendalam. Dengan demikian, guru tidak hanya mendapatkan perangkat administrasi, tetapi juga bahan pendukung yang dapat digunakan untuk memperkaya proses pembelajaran.

Gambaran Umum Perangkat Pembelajaran PJOK Kelas 11

Perangkat yang tersedia dalam paket ini ditujukan untuk PJOK Kelas XI/Fase F. Dokumen CP dan ATP mengarahkan peserta didik agar tidak hanya mampu melakukan suatu teknik olahraga, tetapi juga mampu menerapkan, mengevaluasi, mengambil keputusan, bekerja sama, menunjukkan perilaku etis, serta mengembangkan kebiasaan hidup aktif dan sehat.

Dalam CP Fase F, pembelajaran PJOK mencakup empat elemen penting, yaitu Terampil Bergerak, Belajar melalui Gerak, Bergaya Hidup Aktif, dan Memilih Hidup yang Menyehatkan. Artinya, pembelajaran tidak berhenti pada kemampuan fisik. Peserta didik juga diarahkan untuk berpikir, merefleksikan pengalaman gerak, bekerja dalam tim, serta mengambil keputusan yang mendukung kesehatan.

Untuk guru yang membutuhkan referensi dan perangkat tambahan, berbagai perangkat pembelajaran PJOK juga dapat dikembangkan dan disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing.

Isi dan Kandungan Dokumen

1. Capaian Pembelajaran (CP) PJOK Fase F

Dokumen CP menjadi dasar dalam penyusunan perangkat berikutnya. Pada fase ini, peserta didik diarahkan untuk merancang dan mempraktikkan aktivitas keterampilan gerak, mengembangkan kebugaran jasmani terkait kesehatan maupun keterampilan, menerapkan pola hidup sehat, serta mampu mengambil peran sebagai pemimpin dalam aktivitas jasmani dengan tetap menjunjung moral dan etika.

CP tersebut kemudian dijabarkan ke dalam elemen pembelajaran sehingga guru mempunyai arah yang lebih jelas dalam menentukan tujuan dan kegiatan pembelajaran.

2. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

ATP membantu menerjemahkan Capaian Pembelajaran menjadi alur tujuan yang lebih operasional. Dokumen ini memuat topik, tujuan pembelajaran, profil karakter yang dikembangkan, alokasi waktu, serta glosarium.

Salah satu penekanan dalam ATP adalah kemampuan peserta didik untuk menghadapi situasi gerak yang menantang. Peserta didik tidak hanya mengulang teknik, tetapi juga belajar menyesuaikan strategi, mengevaluasi hasil gerak, memahami fair play, serta mengembangkan kepemimpinan dan kolaborasi.

3. Program Tahunan (Prota)

Program Tahunan memberikan gambaran cakupan pembelajaran PJOK dalam satu tahun. Materi yang tercantum antara lain permainan bola basket, bola voli, softball, pencak silat, jalan cepat, lari sambung, lompat jangkit, lempar lembing, sepak takraw, aktivitas senam, aktivitas gerak berirama, aktivitas kebugaran, manfaat aktivitas fisik, serta bahaya HIV/AIDS.

Keberadaan Prota membantu guru melihat keseluruhan peta materi sebelum mengatur pembelajaran secara lebih rinci dalam program semester.

4. Program Semester (Prosem)

Prosem menguraikan perencanaan pembelajaran berdasarkan pembagian waktu dalam semester. Dokumen ini memuat tujuan pembelajaran dan pemetaan materi ke dalam minggu pembelajaran.

Dengan Prosem, guru dapat menyesuaikan alokasi waktu dengan kalender pendidikan, agenda sekolah, kondisi sarana olahraga, dan karakteristik peserta didik.

5. KKTP

Dokumen Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) digunakan untuk membantu guru menentukan tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran. Di dalamnya terdapat kriteria dan interval capaian yang dapat menjadi dasar tindak lanjut.

Dokumen tersebut membagi capaian ke dalam empat interval, yaitu 0–40 persen, 41–60 persen, 61–80 persen, dan 81–100 persen. Dua interval awal dikategorikan belum tuntas dengan tindak lanjut remedial, sedangkan capaian 61–80 persen dan 81–100 persen masuk kategori sudah tuntas dengan tindak lanjut yang berbeda, termasuk pengayaan pada capaian tertinggi.

Modul Ajar Deep Learning PJOK Kelas 11

Salah satu bagian yang menarik dari paket ini adalah tersedianya 8 Modul Ajar Deep Learning. Modul tersebut dirancang dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam yang menekankan proses belajar yang mindful, meaningful, dan joyful.

Modul yang tersedia meliputi:

  • Unit 1: Permainan Invasi – Permainan Bola Basket.
  • Unit 2: Permainan Net – Permainan Bola Voli.
  • Unit 3: Permainan Lapangan – Permainan Sofbol.
  • Unit 4: Permainan Lapangan – Beladiri Pencak Silat.
  • Unit 5: Aktivitas Senam.
  • Unit 6: Aktivitas Gerak Berirama.
  • Unit 7: Aktivitas Kebugaran Berkaitan dengan Keterampilan.
  • Unit 8: Mencegah Bahaya HIV/AIDS.

Setiap modul tidak hanya memuat tujuan pembelajaran, tetapi juga mempertimbangkan kesiapan peserta didik, karakteristik materi, dimensi profil lulusan, lintas disiplin ilmu, topik kontekstual, kegiatan pembelajaran, diferensiasi, asesmen, serta kegiatan refleksi.

Fokus Pembelajaran pada Setiap Modul

Pada Unit Bola Basket, peserta didik diarahkan menguasai passing, dribbling, shooting, pivot, serta menerapkan taktik dasar penyerangan dan pertahanan melalui permainan sederhana. Model Teaching Games for Understanding digunakan agar teknik dan taktik dapat dipelajari melalui situasi permainan.

Unit Bola Voli berfokus pada passing bawah, passing atas, servis, smash, serta penerapan teknik dan taktik dalam permainan yang dimodifikasi. Kerja sama, komunikasi, disiplin, dan sportivitas menjadi bagian penting dari pembelajaran.

Pada Unit Sofbol, peserta didik mempelajari melempar, menangkap, memukul, berlari menuju base, dan memahami situasi permainan. Materi juga dikaitkan dengan penalaran kritis, kerja sama tim, serta pengambilan keputusan.

Unit Pencak Silat mengembangkan kuda-kuda, pola langkah, pukulan, tendangan, tangkisan, elakan, dan hindaran. Selain aspek keterampilan, modul mengaitkan pencak silat dengan budaya bangsa, disiplin, percaya diri, tanggung jawab, dan karakter.

Pada Unit Aktivitas Senam, peserta didik bergerak dari penguasaan gerakan dasar menuju kombinasi dan penyusunan rangkaian. Kreativitas, keseimbangan, koordinasi, percaya diri, dan kemampuan memberikan umpan balik menjadi bagian pembelajaran.

Unit Aktivitas Gerak Berirama mengembangkan langkah, ayunan lengan, variasi gerak, koordinasi dengan musik, penyusunan rangkaian, dan penampilan kelompok. Pembelajaran dapat dikaitkan dengan senam pagi, rekreasi, tarian daerah, maupun aktivitas kebugaran di rumah.

Unit Kebugaran Berkaitan dengan Keterampilan mengarahkan peserta didik untuk memahami dan mengukur aspek seperti kelincahan, keseimbangan, koordinasi, kecepatan reaksi, dan daya ledak. Peserta didik juga diarahkan untuk menganalisis hasil tes dan merancang latihan sesuai kebutuhan.

Sementara itu, Unit Mencegah Bahaya HIV/AIDS menggunakan pendekatan yang informatif dan tidak menghakimi. Materinya mencakup pengertian, penularan, dampak, pencegahan, analisis fakta dan mitos, serta penguatan empati terhadap orang dengan HIV/AIDS.

Bagaimana Perangkat Ini Mendukung Pembelajaran Mendalam?

Pembelajaran Mendalam dalam paket ini bukan berarti menambah beban administrasi guru. Justru pendekatan tersebut dapat digunakan untuk membuat aktivitas PJOK lebih bermakna bagi peserta didik.

Mindful Learning dapat diterapkan dengan mengajak peserta didik menyadari kondisi tubuh, memahami kesalahan gerak, serta melakukan refleksi setelah aktivitas. Dalam aktivitas kebugaran, misalnya, peserta didik tidak hanya melakukan latihan, tetapi juga mengamati respons tubuh dan mengevaluasi pengalaman latihan.

Meaningful Learning dilakukan dengan menghubungkan materi dengan kehidupan nyata. Teknik kerja sama dalam permainan dapat dikaitkan dengan kerja kelompok di kelas. Latihan kebugaran dapat dikaitkan dengan kebiasaan hidup aktif. Materi kesehatan dapat dikaitkan dengan kemampuan mengambil keputusan yang bertanggung jawab.

Sementara itu, Joyful Learning memberikan ruang agar aktivitas jasmani tetap menyenangkan. Permainan yang dimodifikasi, tantangan kelompok, eksplorasi gerak, musik, proyek, dan aktivitas kolaboratif dapat membuat peserta didik lebih aktif mengikuti pembelajaran.

Materi Presentasi dan Bahan Ajar

Selain perangkat perencanaan, ZIP ini juga berisi 10 materi PowerPoint, antara lain permainan bola besar, permainan bola kecil, aktivitas atletik, bela diri pencak silat, aktivitas kebugaran jasmani, senam lantai, aktivitas gerak berirama, aktivitas air, manfaat aktivitas fisik, serta bahaya HIV/AIDS.

Tersedia pula tiga e-Modul PJOK Kelas XI yang membahas bola voli, manfaat jangka panjang dari aktivitas fisik secara teratur, serta HIV dan AIDS. Bahan-bahan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar tambahan ketika guru membutuhkan materi pendukung untuk pembelajaran tatap muka maupun pembelajaran mandiri.

Manfaat bagi Guru dan Sasaran Pengguna

Paket ini terutama bermanfaat bagi guru PJOK SMA/MA Kelas XI yang sedang menyiapkan perangkat pembelajaran Fase F. Guru dapat menggunakan dokumen sebagai bahan awal, kemudian menyesuaikannya dengan identitas sekolah, kalender pendidikan, alokasi waktu, sarana prasarana, karakteristik peserta didik, serta kebutuhan pembelajaran.

Bagi guru yang mengajar di sekolah dengan keterbatasan fasilitas, beberapa aktivitas juga dapat dimodifikasi. Misalnya, permainan dapat menggunakan lapangan atau peralatan yang tersedia, sedangkan aktivitas proyek dan refleksi dapat dilakukan dengan media sederhana.

Catatan Penggunaan dan Penyesuaian

Perlu diperhatikan bahwa perangkat pembelajaran bukan dokumen yang harus digunakan secara kaku. Bagian identitas sekolah, nama penyusun, tahun pelajaran, alokasi waktu, pembagian materi, serta kegiatan pembelajaran sebaiknya diperiksa dan disesuaikan terlebih dahulu.

Selain itu, terdapat perbedaan cakupan antara dokumen perencanaan tahunan/semester dan modul ajar Deep Learning dalam paket ini. Program pembelajaran memuat cakupan materi yang lebih luas, sedangkan modul Deep Learning yang tersedia hanya mencakup delapan unit tertentu. Karena itu, guru sebaiknya melakukan pemetaan sebelum menggunakan dokumen sebagai perangkat final sekolah.

Dokumen regulasi dan referensi Pembelajaran Mendalam yang disertakan dalam folder bonus juga sebaiknya dipandang sebagai bahan rujukan. Guru dapat menggunakannya untuk memahami landasan dan pendekatan pembelajaran, bukan sekadar sebagai lampiran administratif.

Lihat & Download Perangkat PJOK Kelas 11

Silakan tunggu 10 detik. Setelah countdown selesai, tombol akan aktif dan dapat digunakan untuk membuka file.

Tombol akan aktif dalam 10 detik

Kesimpulan

Perangkat Pembelajaran PJOK Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka dalam paket ini cukup lengkap untuk dijadikan bahan dasar penyusunan administrasi dan pembelajaran PJOK. Isinya mencakup dokumen perencanaan, perangkat penilaian, modul ajar berbasis Pembelajaran Mendalam, materi PowerPoint, e-Modul, serta referensi regulasi dan pembelajaran mendalam.

Keunggulan yang paling terlihat adalah adanya upaya menghubungkan keterampilan olahraga dengan karakter, kolaborasi, penalaran kritis, kebugaran, kesehatan, kreativitas, dan refleksi. Hal tersebut membuat pembelajaran PJOK tidak hanya berorientasi pada kemampuan melakukan gerakan, tetapi juga pada pengalaman belajar yang lebih utuh.

Meski demikian, guru tetap perlu melakukan penyesuaian sebelum menjadikannya sebagai perangkat resmi sekolah. Kondisi peserta didik, fasilitas olahraga, kalender pendidikan, jumlah jam pelajaran, lingkungan sekolah, dan kebijakan satuan pendidikan perlu menjadi pertimbangan.

Dengan penyesuaian tersebut, perangkat ini dapat menjadi salah satu bahan yang membantu guru mengurangi beban persiapan administrasi sekaligus menjaga agar pembelajaran PJOK tetap aktif, kontekstual, menyenangkan, dan memberikan pengalaman yang bermakna bagi peserta didik.

Informasi Terkait Perangkat Pembelajaran PJOK Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka Lengkap dengan Modul Ajar Deep Learning

Perangkat Pembelajaran PJOK Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka Lengkap dengan Modul Ajar Deep Learning merupakan bagian dari kumpulan perangkat pembelajaran yang tersedia di PERANGKAT PEMBELAJARAN. Halaman ini dapat menjadi referensi bagi guru dalam mencari bahan ajar, perangkat ajar, serta materi pendukung pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan kelas.

Topik pada artikel ini berkaitan dengan: ATP, Deep Learning, Fase F, Kelas 11, KKTP, Kurikulum Merdeka, Modul Ajar, Perangkat Pembelajaran, PJOK, Prosem, Prota .

Untuk melengkapi bahan yang sedang dicari, kunjungi artikel terkait pada bagian Artikel Terkait. Gunakan perangkat yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, kondisi sekolah, dan tujuan pembelajaran.

Bahan Ajar Guru Terbaru

Temukan referensi Modul Ajar, ATP, CP, KKTP, Prota, Promes, dan Perangkat Ajar lainnya melalui artikel yang tersedia di website ini. Kumpulan tersebut dikembangkan untuk membantu guru menyiapkan pembelajaran secara lebih terarah dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan satuan pendidikan.

Lihat perangkat pembelajaran terbaru »

0 Response to "Perangkat Pembelajaran PJOK Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka Lengkap dengan Modul Ajar Deep Learning"

Posting Komentar