Perangkat Pembelajaran Seni Rupa Kelas 9 Deep Learning Lengkap: CP, ATP, Prota, Promes, KKTP dan Modul Ajar

Perangkat Pembelajaran Seni Rupa Kelas 9 Deep Learning Lengkap: CP, ATP, Prota, Promes, KKTP dan Modul Ajar

Perangkat Pembelajaran Seni Rupa Kelas 9 Deep Learning menjadi salah satu perangkat yang dapat membantu guru menyiapkan pembelajaran secara lebih terarah, mulai dari capaian pembelajaran, alur tujuan pembelajaran, program tahunan, program semester, kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran, hingga modul ajar. Paket yang dibahas dalam artikel ini disusun untuk Seni Rupa Fase D Kelas IX dan mencakup pembelajaran semester ganjil maupun genap.

Paket ini tidak hanya berisi dokumen perencanaan administratif. Susunan perangkatnya memperlihatkan hubungan antara tujuan pembelajaran, materi, aktivitas berkarya, apresiasi, asesmen, refleksi, hingga proyek pameran. Dengan demikian, guru dapat menggunakannya sebagai dasar untuk merancang pengalaman belajar Seni Rupa yang lebih aktif, kontekstual, kreatif, dan memberi ruang bagi peserta didik untuk menghasilkan karya.

Penjelasan Umum Perangkat Pembelajaran Seni Rupa Kelas 9

Perangkat yang terdapat dalam paket ini menggunakan kerangka Kurikulum Merdeka dengan pendekatan pembelajaran mendalam atau Deep Learning. Pada dokumen Capaian Pembelajaran, pembelajaran Seni Rupa diarahkan agar peserta didik tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mengalami proses berkarya, merefleksikan pengalaman, mengembangkan cara berpikir artistik, menciptakan karya, dan menghasilkan karya yang memberikan dampak positif.

Dokumen CP menjadi dasar utama. Selanjutnya, CP diterjemahkan ke dalam ATP dan dijabarkan menjadi materi serta tujuan pembelajaran yang lebih operasional. Prota dan Promes membantu guru mengatur pembelajaran dalam rentang satu tahun dan semester, sedangkan KKTP digunakan sebagai acuan untuk melihat tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran. Modul ajar kemudian menjadi perangkat yang lebih praktis untuk pelaksanaan pembelajaran di kelas.

Isi dan Kandungan Dokumen

1. Capaian Pembelajaran (CP) Seni Rupa Fase D

Dokumen CP yang tersedia memuat Capaian Pembelajaran Seni Rupa untuk Fase D yang umumnya mencakup kelas VII, VIII, dan IX SMP/MTs/Program Paket B. Di dalamnya terdapat lima elemen yang berjalan sebagai satu kesatuan, yaitu Mengalami (Experiencing), Merefleksikan (Reflecting), Berpikir dan Bekerja Artistik (Thinking and Working Artistically), Menciptakan (Making/Creating), dan Berdampak (Impacting).

Kelima elemen tersebut menjadi fondasi penting dalam pembelajaran Seni Rupa. Peserta didik diarahkan untuk menganalisis unsur rupa dan prinsip desain, memberikan serta menerima umpan balik, mengeksplorasi alat dan bahan, menciptakan karya berdasarkan pengalaman atau pengamatan, serta merespons lingkungan dan pengalaman sehari-hari melalui karya seni.

2. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

ATP menyusun tujuan pembelajaran Seni Rupa Kelas IX secara sistematis dalam empat bab. Setiap tujuan dilengkapi dengan materi dan alokasi waktu. Keseluruhan ATP memiliki alokasi 64 JP, yang terbagi menjadi empat bab dengan masing-masing 16 JP.

Urutan tersebut terdiri atas Bab 1 Menggambar, Bab 2 Mendesain, Bab 3 Mengapresiasi, dan Bab 4 Unjuk Kerja. Urutannya membentuk proses pembelajaran yang cukup lengkap, mulai dari eksplorasi dan penciptaan karya sampai apresiasi dan pelaksanaan pameran.

3. Program Tahunan (Prota)

Prota digunakan untuk memberikan gambaran pembagian materi Seni Rupa selama satu tahun pelajaran. Dokumen ini mencantumkan empat bab utama beserta tujuan pembelajaran, materi, dan alokasi waktu.

Pada Bab 1, peserta didik belajar tentang referensi, jurnal visual, moodboard, teknik menggambar dan melukis, mixed media, perspektif, naungan, serta bayangan. Bab 2 berfokus pada prinsip desain, poster, display, dekorasi ruang pameran, dan presentasi rancangan.

Bab 3 mengembangkan kemampuan apresiasi melalui jurnal visual, observasi, kolase, integrasi teks dan visual, rutinitas berpikir See, Think, Wonder, perbandingan karya lokal dan global, serta Ladder of Feedback. Bab 4 membawa peserta didik pada proyek pameran, mulai dari konsep, kepanitiaan, timeline, kurasi, dekorasi, penataan ruang, pelaksanaan, hingga evaluasi dan refleksi.

4. Program Semester (Promes)

Promes berfungsi sebagai penjabaran program pembelajaran berdasarkan pembagian waktu dalam semester. Dokumen tersedia untuk semester ganjil dan semester genap. Tujuan pembelajaran yang tercantum tetap mengacu pada CP dan ATP Seni Rupa Fase D.

Dengan adanya Promes, guru dapat menyesuaikan distribusi tujuan pembelajaran dengan kalender pendidikan dan kondisi nyata sekolah. Kolom waktu yang tersedia juga dapat digunakan untuk menandai pelaksanaan pembelajaran sesuai minggu efektif yang berlaku di satuan pendidikan.

5. Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)

Dokumen KKTP tersedia untuk semester ganjil dan genap. Kriteria yang digunakan membagi ketercapaian peserta didik menjadi empat rentang, yaitu 0–40%, 41–65%, 66–85%, dan 86–100%.

Rentang tersebut digunakan untuk menentukan tindak lanjut. Peserta didik pada rentang 0–40% memerlukan remedial di seluruh bagian, sedangkan rentang 41–65% memerlukan remedial pada bagian yang diperlukan. Rentang 66–85% dinyatakan sudah mencapai ketuntasan, sementara 86–100% diarahkan pada pengayaan atau tantangan lebih lanjut.

Pembahasan Modul Ajar Seni Rupa Kelas 9

Bab 1: Menggambar

Modul pertama memiliki alokasi 16 JP dalam 8 kali pertemuan. Fokus pembelajaran dimulai dari pemahaman referensi, jurnal visual, dan moodboard sebagai sarana merencanakan karya. Peserta didik kemudian mengeksplorasi teknik menggambar dan melukis, membuat karya dengan teknik pilihan, mencoba mixed media menggunakan bahan bekas dan bahan alam, serta mempelajari perspektif dengan penerapan naungan dan bayangan.

Bagian akhir bab diarahkan pada penyelesaian karya konstruktif dan refleksi terhadap proses berkarya. Pendekatan seperti ini memberi kesempatan kepada peserta didik untuk tidak sekadar menghasilkan gambar, tetapi juga memahami proses di balik karya tersebut.

Bab 2: Mendesain

Modul kedua juga memiliki alokasi 16 JP. Materinya berpusat pada prinsip desain seperti keseimbangan, kontras, alignment, proximity, dan hierarki visual. Peserta didik kemudian menggunakan prinsip tersebut untuk merancang poster pameran.

Prosesnya tidak berhenti pada konsep. Peserta didik membuat thumbnail sketches, memilih dan mengembangkan sketsa menjadi desain poster final, mempelajari properti dan display pameran, merancang dekorasi ruang, kemudian mempresentasikan rancangan secara kelompok. Kegiatan ini sekaligus membuka ruang untuk kolaborasi dan pengambilan keputusan.

Bab 3: Mengapresiasi

Bab ketiga mengarahkan peserta didik untuk melihat seni dari sisi proses apresiasi. Jurnal visual digunakan sebagai media dokumentasi ide, observasi, sketsa, kolase, dan integrasi teks dengan elemen visual.

Peserta didik juga dikenalkan dengan rutinitas berpikir See, Think, Wonder untuk membantu mengamati dan mendiskusikan karya. Selain itu, terdapat kegiatan membandingkan karya seni lokal dan global serta penggunaan Ladder of Feedback untuk memberikan umpan balik yang konstruktif terhadap karya teman.

Bab 4: Unjuk Kerja

Modul keempat merupakan bagian yang sangat kuat dari sisi pembelajaran berbasis proyek. Peserta didik diarahkan untuk menyelesaikan sebuah proyek pameran melalui beberapa tahap, mulai dari finalisasi konsep dan tema, pembentukan kepanitiaan, pembagian tugas, penyusunan timeline, kurasi karya, pembuatan label, persiapan properti dan dekorasi, penataan ruang, gladi resik, pelaksanaan pameran, hingga evaluasi dan refleksi.

Dengan demikian, kegiatan Seni Rupa tidak hanya berlangsung di meja gambar. Peserta didik mendapatkan pengalaman mengelola karya, bekerja dalam kelompok, menjalankan tanggung jawab, berkomunikasi, serta melihat bagaimana karya seni dapat ditampilkan dan diapresiasi oleh orang lain.

Penerapan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

Pendekatan pembelajaran mendalam dalam perangkat ini terlihat dari adanya keterhubungan antara memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan pengalaman belajar. Peserta didik tidak hanya diberikan materi mengenai teknik menggambar atau prinsip desain, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mencoba, membuat karya, menerima umpan balik, memperbaiki karya, dan merefleksikan prosesnya.

Pembelajaran juga dapat dibuat semakin kontekstual dengan memanfaatkan objek yang ada di lingkungan sekitar. Misalnya, ketika mempelajari perspektif, guru dapat mengajak peserta didik mengamati bangunan sekolah. Ketika membahas mixed media, bahan bekas dan bahan alam di sekitar dapat dijadikan sumber eksplorasi.

Pada tahap apresiasi, peserta didik dapat diajak mengamati karya secara langsung, mendiskusikan alasan di balik pilihan visual, lalu memberikan umpan balik dengan bahasa yang santun dan membangun. Sementara itu, proyek pameran pada Bab 4 memberi pengalaman belajar yang lebih nyata karena peserta didik harus menghubungkan berbagai keterampilan yang telah dipelajari.

Manfaat bagi Guru dan Sasaran Pengguna

Paket Perangkat Pembelajaran Seni Rupa Kelas 9 Deep Learning ini dapat membantu guru dalam menyiapkan administrasi pembelajaran sekaligus memberikan gambaran alur kegiatan selama satu tahun. Guru Seni Rupa SMP/MTs dapat menjadikannya sebagai bahan awal untuk menyusun perangkat yang sesuai dengan kebutuhan satuan pendidikan.

Selain guru, perangkat ini juga dapat menjadi referensi bagi sekolah, tim kurikulum, atau pendidik yang sedang menyiapkan pembelajaran Seni Rupa Fase D. Karena setiap sekolah memiliki kondisi peserta didik, sarana, kalender pendidikan, dan karakter lingkungan yang berbeda, dokumen sebaiknya digunakan sebagai dasar yang dapat dikembangkan, bukan sekadar disalin tanpa penyesuaian.

Guru yang membutuhkan referensi perangkat pembelajaran lainnya juga dapat menemukan berbagai perangkat pembelajaran yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam menyiapkan pembelajaran.

Catatan Penggunaan dan Penyesuaian

Sebelum digunakan, guru sebaiknya memeriksa kembali identitas sekolah, tahun pelajaran, nama penyusun, NIP, kalender pendidikan, minggu efektif, kondisi peserta didik, serta ketersediaan alat dan bahan. Bagian Promes juga perlu disesuaikan dengan jadwal nyata sekolah.

Untuk kegiatan praktik dan pameran, penyesuaian sangat penting. Tidak semua sekolah memiliki ruang pameran, peralatan seni, atau fasilitas digital yang sama. Guru dapat memanfaatkan ruang kelas, koridor sekolah, papan pajangan, bahan bekas, atau media digital sesuai kondisi yang tersedia.

Penyesuaian tersebut justru sejalan dengan karakter pembelajaran Seni Rupa yang menekankan konteks, kreativitas, eksplorasi sumber daya, kolaborasi, dan kemampuan peserta didik untuk menghasilkan karya yang relevan dengan lingkungan sekitar.

Download Perangkat Pembelajaran Seni Rupa Kelas 9 Deep Learning

File perangkat pembelajaran sudah siap diakses

Tombol download akan aktif setelah hitung mundur selesai.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Perangkat Pembelajaran Seni Rupa Kelas 9 Deep Learning ini merupakan paket yang cukup lengkap karena mencakup CP, ATP, Prota, Promes, KKTP, serta empat modul ajar yang saling berkaitan. Materinya bergerak dari kegiatan menggambar, mendesain, mengapresiasi, hingga proyek pameran sebagai bentuk unjuk kerja.

Guru dapat menggunakan perangkat ini sebagai referensi untuk mempercepat persiapan pembelajaran, kemudian menyesuaikannya dengan karakteristik peserta didik, fasilitas sekolah, kalender pendidikan, dan kebutuhan pembelajaran di masing-masing satuan pendidikan. Dengan penyesuaian yang tepat, perangkat ini dapat mendukung pembelajaran Seni Rupa yang lebih aktif, kreatif, kontekstual, kolaboratif, dan bermakna.

Informasi Terkait Perangkat Pembelajaran Seni Rupa Kelas 9 Deep Learning Lengkap: CP, ATP, Prota, Promes, KKTP dan Modul Ajar

Perangkat Pembelajaran Seni Rupa Kelas 9 Deep Learning Lengkap: CP, ATP, Prota, Promes, KKTP dan Modul Ajar merupakan bagian dari kumpulan perangkat pembelajaran yang tersedia di PERANGKAT PEMBELAJARAN. Halaman ini dapat menjadi referensi bagi guru dalam mencari bahan ajar, perangkat ajar, serta materi pendukung pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan kelas.

Topik pada artikel ini berkaitan dengan: ATP, CP, Deep Learning, Kelas 9, KKTP, Kurikulum Merdeka, Modul Ajar, Perangkat Pembelajaran, Promes, Prota, Seni Rupa .

Untuk melengkapi bahan yang sedang dicari, kunjungi artikel terkait pada bagian Artikel Terkait. Gunakan perangkat yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, kondisi sekolah, dan tujuan pembelajaran.

Bahan Ajar Guru Terbaru

Temukan referensi Modul Ajar, ATP, CP, KKTP, Prota, Promes, dan Perangkat Ajar lainnya melalui artikel yang tersedia di website ini. Kumpulan tersebut dikembangkan untuk membantu guru menyiapkan pembelajaran secara lebih terarah dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan satuan pendidikan.

Lihat perangkat pembelajaran terbaru »

0 Response to "Perangkat Pembelajaran Seni Rupa Kelas 9 Deep Learning Lengkap: CP, ATP, Prota, Promes, KKTP dan Modul Ajar"

Posting Komentar