Perangkat Pembelajaran Seni Musik Kelas 9 Kurikulum Merdeka Deep Learning Lengkap
Guru Seni Musik kelas 9 tentu membutuhkan perangkat pembelajaran yang tidak hanya lengkap secara administrasi, tetapi juga dapat membantu proses pembelajaran berjalan lebih terarah, aktif, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Salah satu perangkat yang dapat digunakan sebagai referensi adalah Perangkat Pembelajaran Seni Musik Kelas 9 Kurikulum Merdeka berbasis Deep Learning.
Paket yang dibahas dalam artikel ini berisi sejumlah dokumen pembelajaran Seni Musik Fase D untuk kelas IX. Dokumen tersebut saling berkaitan, mulai dari Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), Program Tahunan (Prota), Program Semester (Promes), Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP), hingga modul ajar untuk beberapa bab pembelajaran.
Dengan susunan tersebut, guru dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai perencanaan pembelajaran Seni Musik selama satu tahun. Perangkat ini juga menempatkan kegiatan mengalami, merefleksikan, berpikir dan bekerja artistik, menciptakan, serta memberikan dampak melalui musik sebagai bagian penting dalam proses belajar.
Perangkat Pembelajaran Seni Musik Kelas 9 yang Tersedia
Berdasarkan file yang tersedia, terdapat 11 dokumen dalam paket perangkat pembelajaran ini. Dokumen tersebut terdiri atas:
- Capaian Pembelajaran (CP) Seni Musik Kelas IX.
- Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Seni Musik Kelas IX.
- Program Tahunan (Prota) Seni Musik Kelas IX.
- Program Semester (Promes) Seni Musik Kelas IX.
- Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) Seni Musik Kelas IX.
- Modul Ajar Bab 1: Bernyanyi dan Membuat Kreasi Sederhana.
- Modul Ajar Bab 2: Menganalisis Lagu.
- Modul Ajar Bab 3: Penyajian Musik.
- Modul Ajar Bab 4: Dokumentasi Musik.
- Modul Ajar Bab 5: Membuat Lagu.
- Dokumen perencanaan yang memuat Bab 6: Apresiasi Musik pada bagian ATP, Prota, Promes, dan KKTP.
Perlu diperhatikan bahwa Modul Ajar Bab 6 tidak terdapat dalam file ZIP. Bab 6 memang tercantum dalam perangkat perencanaan, tetapi modul ajarnya tidak termasuk dalam kumpulan file yang tersedia.
Capaian Pembelajaran Seni Musik Fase D
Dokumen CP dalam paket ini menempatkan Seni Musik sebagai sarana untuk mengembangkan kepekaan terhadap keindahan, ekspresi, kreativitas, kemampuan berpikir artistik, apresiasi, serta karakter peserta didik.
Pada akhir Fase D, pembelajaran diarahkan pada lima elemen utama, yaitu Mengalami (Experiencing), Merefleksikan (Reflecting), Berpikir dan Bekerja Artistik (Thinking and Working Artistically), Menciptakan (Creating), dan Berdampak (Impacting).
Peserta didik tidak hanya diarahkan untuk memahami teori musik. Mereka juga mendapatkan pengalaman praktik, melakukan refleksi terhadap karya, menyajikan musik, menciptakan karya sederhana, serta menggunakan musik sebagai media untuk merespons berbagai fenomena kehidupan.
ATP Seni Musik Kelas 9
ATP dalam paket ini menghubungkan capaian pembelajaran dengan tujuan dan materi yang lebih konkret. Alurnya disusun dalam enam bab dengan total alokasi 68 JP.
Bab 1: Bernyanyi dan Membuat Kreasi Sederhana berfokus pada teknik pernapasan diafragma, postur tubuh, pembentukan dan penempatan vokal, artikulasi, pelafalan, eksplorasi genre, ornamen musik, imitasi vokal, hingga penyajian kreasi secara berkelompok.
Bab 2: Menganalisis Lagu mengajak peserta didik memahami makna lirik lagu wajib nasional dan lagu daerah, termasuk unsur musik seperti tempo, birama, dan nada dasar serta konteks sejarah dan nilai kearifan lokal.
Bab 3: Penyajian Musik mengembangkan kemampuan memainkan rekorder, pianika, gitar, dan alat perkusi. Pembelajaran kemudian diarahkan pada latihan ansambel dan penyajian musik secara berkelompok.
Bab 4: Dokumentasi Musik membawa pembelajaran ke ranah teknologi. Peserta didik mempelajari perkembangan teknologi perekaman, peran dalam produksi musik, perekaman menggunakan gawai, penyuntingan audio dasar, serta proyek dokumentasi musik.
Bab 5: Membuat Lagu menjadi ruang bagi peserta didik untuk menghasilkan karya sendiri. Prosesnya dimulai dari menentukan tema dan judul, menulis lirik, membuat melodi, menggabungkan lirik dan melodi, melakukan revisi, kemudian mendokumentasikan dan menyajikan karya.
Sementara itu, Bab 6: Apresiasi Musik pada dokumen perencanaan diarahkan pada pemahaman apresiasi, penyusunan kerangka ulasan, analisis karya musik, pemilihan format penyajian, penyusunan ulasan, serta presentasi karya.
Program Tahunan dan Program Semester
Program Tahunan Seni Musik kelas IX dalam file menetapkan keseluruhan alur pembelajaran dengan total 68 JP. Setiap tujuan pembelajaran pada tabel Prota dialokasikan 2 JP.
Program Semester kemudian memberikan kerangka pelaksanaan untuk semester ganjil dan genap. CP yang digunakan tetap mengacu pada kemampuan mengalami, merefleksikan, berpikir dan bekerja artistik, menciptakan, serta berdampak.
Keberadaan Prota dan Promes membuat guru lebih mudah melihat pembagian materi dalam satu tahun pelajaran. Sementara ATP memberikan rincian tujuan yang perlu dicapai pada setiap materi.
Modul Ajar Seni Musik Kelas 9
Bab 1: Bernyanyi dan Membuat Kreasi Sederhana
Modul pertama memiliki alokasi 12 JP atau 6 kali pertemuan. Materinya mencakup teknik pernapasan diafragma, postur tubuh, resonansi dan register suara, artikulasi, pelafalan, ekspresi musikal, eksplorasi genre, ornamen musik, tanya jawab musikal, imitasi vokal, dan penyajian hasil kreasi.
Pembelajaran menggunakan aktivitas praktik secara langsung. Peserta didik juga mendapatkan asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif. Produk akhir dapat berupa rekaman audio atau video, catatan konsep, serta penampilan kelompok.
Bab 2: Menganalisis Lagu
Bab 2 dialokasikan 8 JP atau 4 kali pertemuan. Fokus utamanya adalah memahami makna lirik, unsur intramusikal seperti tempo, birama, dan nada dasar, serta unsur ekstramusikal seperti sejarah, tujuan penciptaan, dan pesan moral.
Peserta didik dapat menganalisis lagu wajib nasional maupun lagu daerah. Contoh konteks pembelajaran yang terdapat dalam modul adalah menghubungkan lagu dengan nilai kebangsaan, sejarah, kearifan lokal, dan kehidupan masa kini.
Hasil pembelajaran dapat berupa ulasan tertulis, poster infografis, maupun presentasi kelompok. Asesmen sumatif mencakup produk, presentasi, dan tes tertulis.
Bab 3: Penyajian Musik
Bab 3 memiliki alokasi 12 JP atau 6 kali pertemuan. Peserta didik berlatih memainkan rekorder, pianika, gitar, dan perkusi sebelum masuk pada latihan ansambel.
Hal yang menarik dari bab ini adalah pembagian peran dalam kelompok. Peserta didik belajar memahami fungsi alat musik melodis, harmonis, dan ritmis, kemudian menggabungkannya menjadi sajian musik sederhana.
Penilaian sumatif terutama diarahkan pada penampilan ansambel dengan aspek kekompakan, keterampilan individual, kerja sama, ekspresi, dan penyajian.
Bab 4: Dokumentasi Musik
Bab 4 dialokasikan 12 JP atau 6 kali pertemuan dan membawa peserta didik mengenal hubungan antara musik dan teknologi.
Materinya dimulai dari perkembangan teknologi perekaman musik, peran produser dan sound engineer, penggunaan fitur perekaman pada gawai, aplikasi penyunting audio, hingga praktik memotong dan menggabungkan klip audio.
Pembelajaran kemudian berkembang menjadi proyek dokumentasi musik sederhana. Produk akhirnya dapat berupa karya audio seperti podcast atau drama audio, yang kemudian dipresentasikan oleh kelompok.
Bab 5: Membuat Lagu
Bab 5 juga memiliki alokasi 12 JP atau 6 kali pertemuan. Bab ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menghasilkan karya musik orisinal.
Proses kreatif dimulai dari menentukan tema dan judul, menulis lirik, menciptakan melodi, menggabungkan lirik dengan melodi, melakukan penyuntingan berdasarkan peer feedback, kemudian mendokumentasikan dan menyajikan karya.
Produk akhirnya dapat berupa naskah lagu, notasi sederhana atau akor, serta rekaman audio. Penilaian memperhatikan orisinalitas ide, keselarasan lirik dan melodi, ekspresi, serta kepercayaan diri saat menyajikan karya.
KKTP Seni Musik Kelas 9
Dokumen KKTP menyediakan interval ketercapaian tujuan pembelajaran yang digunakan untuk membaca hasil belajar peserta didik. Kategorinya adalah 0–40% untuk peserta didik yang belum mencapai dan memerlukan remedial di seluruh bagian, 41–65% untuk peserta didik yang belum mencapai ketuntasan dan memerlukan remedial pada bagian tertentu, 66–85% untuk peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan, serta 86–100% untuk peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan dan dapat diberikan pengayaan.
KKTP tersebut mencakup tujuan pembelajaran dari Bab 1 sampai Bab 6 sebagaimana tercantum dalam dokumen perencanaan.
Bagaimana Perangkat Ini Mendukung Pembelajaran Mendalam?
Pendekatan Deep Learning dalam modul tidak sekadar menambah materi, tetapi terlihat melalui cara kegiatan pembelajaran dirancang. Tiga prinsip yang berulang digunakan adalah Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.
Mindful Learning diterapkan melalui kegiatan mendengarkan musik secara saksama, memperhatikan lirik dan melodi, berkonsentrasi ketika memainkan alat musik, serta memberikan ruang bagi peserta didik untuk fokus dalam proses kreatif.
Meaningful Learning muncul ketika materi dikaitkan dengan kehidupan nyata. Misalnya, peserta didik menganalisis lagu nasional berdasarkan nilai pengabdian kepada bangsa, menghubungkan lagu daerah dengan budaya lokal, atau membuat lagu berdasarkan pengalaman dan gagasan pribadi.
Joyful Learning diwujudkan melalui kegiatan menyanyi, bermain musik, tebak lagu, brainstorming, kerja kelompok, praktik alat musik, peer feedback, dan presentasi karya. Dengan demikian, pembelajaran musik tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga pengalaman belajar yang aktif dan menyenangkan.
Diferensiasi dan Pemanfaatan Teknologi
Modul-modul yang tersedia juga memberikan ruang untuk pembelajaran berdiferensiasi. Diferensiasi dapat dilakukan pada konten, proses, maupun produk. Peserta didik dapat memperoleh pilihan lagu, cara mengerjakan tugas, serta bentuk produk sesuai kemampuan dan minatnya.
Pemanfaatan teknologi juga cukup kuat. Beberapa aktivitas menggunakan Google Classroom, Google Docs, Canva, PowerPoint, Google Slides, aplikasi perekam suara, aplikasi penyunting audio, serta sumber digital untuk mendukung proses belajar.
Hal ini membuat perangkat cukup relevan untuk pembelajaran Seni Musik yang dekat dengan kebiasaan peserta didik dalam menggunakan perangkat digital.
Manfaat bagi Guru dan Sasaran Pengguna
Paket ini dapat menjadi referensi bagi guru Seni Musik kelas 9 SMP/MTs yang sedang menyiapkan administrasi pembelajaran Kurikulum Merdeka. Dokumen yang tersedia dapat membantu guru menyusun pembelajaran secara berjenjang, mulai dari perencanaan tahunan hingga aktivitas pembelajaran di kelas.
Guru juga dapat menggunakan perangkat ini sebagai dasar untuk menyusun atau menyesuaikan perangkat pembelajaran sekolah masing-masing. Bagi guru yang sedang mencari referensi perangkat pembelajaran lainnya, koleksi perangkat pembelajaran Kurikulum Merdeka juga dapat menjadi rujukan tambahan.
Catatan Penggunaan dan Penyesuaian
Perangkat pembelajaran sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai dokumen yang harus digunakan sama persis di semua sekolah. Kondisi peserta didik, fasilitas sekolah, ketersediaan alat musik, akses internet, kalender pendidikan, dan karakter lingkungan belajar dapat berbeda.
Guru dapat menyesuaikan nama sekolah, nama penyusun, tahun pelajaran, pembagian waktu, media pembelajaran, contoh lagu, bentuk asesmen, maupun aktivitas praktik sesuai kondisi nyata di sekolah.
Hal yang juga perlu diperhatikan adalah ketersediaan alat. Modul menggunakan contoh rekorder, pianika, gitar, perkusi, gawai, serta aplikasi digital. Apabila fasilitas tersebut terbatas, guru dapat memilih alternatif seperti body percussion, kerja kelompok dengan alat yang tersedia, atau penggunaan media audio dan video sebagai pendukung.
Download Perangkat Pembelajaran
Tombol download akan aktif dalam 10 detik...
Kesimpulan
Perangkat Pembelajaran Seni Musik Kelas 9 Kurikulum Merdeka berbasis Deep Learning ini memiliki susunan yang cukup lengkap untuk membantu guru merencanakan pembelajaran Seni Musik secara sistematis. Di dalamnya terdapat CP, ATP, Prota, Promes, KKTP, serta modul ajar Bab 1 sampai Bab 5 dengan kegiatan yang menggabungkan teori, praktik, kreativitas, kolaborasi, refleksi, dan pemanfaatan teknologi.
Keunggulan lainnya terletak pada variasi pengalaman belajar. Peserta didik tidak hanya mempelajari konsep musik, tetapi juga bernyanyi, memainkan alat musik, menganalisis lagu, membuat dokumentasi musik, hingga menciptakan lagu sendiri.
Meski demikian, guru tetap disarankan melakukan penyesuaian sebelum menggunakan perangkat ini dalam pembelajaran. Sesuaikan dengan karakter peserta didik, fasilitas sekolah, alokasi waktu, kalender pendidikan, serta kebutuhan pembelajaran di masing-masing satuan pendidikan agar perangkat benar-benar menjadi alat bantu yang efektif dalam menciptakan pembelajaran Seni Musik yang bermakna.
Informasi Terkait Perangkat Pembelajaran Seni Musik Kelas 9 Kurikulum Merdeka Deep Learning Lengkap
Perangkat Pembelajaran Seni Musik Kelas 9 Kurikulum Merdeka Deep Learning Lengkap merupakan bagian dari kumpulan perangkat pembelajaran yang tersedia di PERANGKAT PEMBELAJARAN. Halaman ini dapat menjadi referensi bagi guru dalam mencari bahan ajar, perangkat ajar, serta materi pendukung pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan kelas.
Topik pada artikel ini berkaitan dengan: ATP, Deep Learning, Kelas 9, KKTP, Kurikulum Merdeka, Modul Ajar, Perangkat Pembelajaran, Promes, Prota, Seni Musik .
Untuk melengkapi bahan yang sedang dicari, kunjungi artikel terkait pada bagian Artikel Terkait. Gunakan perangkat yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, kondisi sekolah, dan tujuan pembelajaran.
Bahan Ajar Guru Terbaru
Temukan referensi Modul Ajar, ATP, CP, KKTP, Prota, Promes, dan Perangkat Ajar lainnya melalui artikel yang tersedia di website ini. Kumpulan tersebut dikembangkan untuk membantu guru menyiapkan pembelajaran secara lebih terarah dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan satuan pendidikan.

0 Response to "Perangkat Pembelajaran Seni Musik Kelas 9 Kurikulum Merdeka Deep Learning Lengkap"
Posting Komentar