Perangkat Pembelajaran Seni Rupa Kelas 2 Deep Learning


Menyiapkan pembelajaran Seni Rupa di kelas 2 membutuhkan perangkat yang tidak hanya berisi materi, tetapi juga membantu guru mengatur tujuan, alur kegiatan, asesmen, hingga pencatatan pembelajaran. Karena itu, perangkat pembelajaran yang tersusun saling berkaitan akan membuat persiapan mengajar menjadi lebih terarah.

Pada artikel ini, PERANGKAT PEMBELAJARAN membahas kumpulan perangkat Seni Rupa Kelas 2 yang terdapat dalam file yang dibagikan. Arsip tersebut berisi dokumen perencanaan pembelajaran, modul ajar, kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran, jurnal mengajar, serta beberapa buku panduan guru sebagai bahan referensi.

Isi perangkat tidak sekadar berfokus pada kegiatan menggambar. Peserta didik diarahkan untuk mengamati lingkungan, mengenali unsur rupa, mencoba berbagai alat dan bahan, membuat karya, serta menceritakan pengalaman selama proses berkarya.

Isi Perangkat Pembelajaran Seni Rupa Kelas 2

Berdasarkan pemeriksaan terhadap seluruh isi arsip, terdapat beberapa kelompok dokumen yang memiliki fungsi berbeda tetapi saling melengkapi. Dokumen perencanaan digunakan sebagai kerangka pembelajaran, sedangkan modul ajar memberikan contoh kegiatan yang lebih operasional untuk digunakan dalam proses belajar mengajar.

Perangkat utama yang tersedia meliputi CP Seni Rupa Kelas 2, ATP, pemetaan ATP, Prota, Prosem, KKTP, Jurnal Mengajar, dan sepuluh modul ajar. Selain itu, arsip juga menyertakan Buku Panduan Guru Seni Rupa SD Kelas II serta buku panduan guru untuk Seni Tari, Seni Musik, dan Seni Teater sebagai bahan referensi pendukung.

Capaian Pembelajaran Seni Rupa Fase A

Capaian Pembelajaran yang menjadi dasar perangkat menempatkan peserta didik sebagai pembelajar yang aktif dalam mengalami, menciptakan, merefleksikan, berpikir dan bekerja artistik, serta memberikan dampak melalui karya. Pada akhir Fase A, peserta didik diarahkan untuk membuat karya seni rupa berdasarkan hasil pengamatan, pengalaman, perasaan, dan minatnya.

Peserta didik juga diberi ruang untuk mengeksplorasi alat dan bahan dasar yang tersedia di lingkungan sekitar. Setelah berkarya, mereka tidak berhenti pada hasil akhir, tetapi juga belajar menjelaskan karya dan proses penciptaannya dengan bahasa sehari-hari.

Dengan demikian, pembelajaran Seni Rupa dalam perangkat ini tidak hanya mengejar kemampuan menghasilkan gambar yang bagus. Proses mengamati, mencoba, memilih media, membuat karya, dan melakukan refleksi menjadi bagian penting dari pengalaman belajar.

ATP dan Pemetaan Alur Tujuan Pembelajaran

Dokumen ATP memuat tujuan pembelajaran yang kemudian dipetakan ke dalam sepuluh unit. Materinya bergerak dari pengenalan unsur rupa dan warna menuju penggunaan berbagai media, teknik berkarya, kolase, bentuk tiga dimensi, hingga kegiatan review dan berkarya.

Semester 1

Pada semester ganjil terdapat lima unit utama. Unit pertama membahas Melihat dan Menggunakan Warna. Peserta didik mulai mengenal dan mengeksplorasi elemen rupa melalui kegiatan pengamatan dan berkarya menggunakan warna.

Unit kedua adalah Eksplorasi Alat, Media dan Bahan. Tujuannya memperkenalkan warna primer dan sekunder, alat untuk membuat garis, serta penggunaan unsur rupa dalam karya.

Unit ketiga membahas Menggambar atau Membuat Karya Cetak dari Bentuk Sekitar. Kegiatan menghubungkan pengamatan terhadap lingkungan dengan pemilihan alat dan bahan yang sesuai untuk menghasilkan karya.

Unit keempat, Menggambar Pemandangan dan Potret, memiliki alokasi empat JP dalam Prota dan dua pertemuan dalam modul ajarnya. Materinya berkaitan dengan penggunaan garis pijak atau baseline serta eksplorasi elemen rupa melalui gambar pemandangan dan potret.

Unit kelima adalah Menggambar Pola. Peserta didik mengenali pola dan motif sederhana, mengeksplorasi alat pembuat garis, serta menghubungkannya dengan unsur rupa. Modul juga membuka kemungkinan penggunaan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar untuk membuat motif.

Semester 2

Semester genap melanjutkan pembelajaran melalui lima unit berikutnya. Unit keenam membahas Menggunting dan Menempel Kolase. Kegiatan ini mengembangkan kemampuan memilih dan menggunakan bahan serta menerapkan prinsip desain berupa pola.

Unit ketujuh, Kolase yang Bercerita, membawa kegiatan kolase ke tahap pengembangan gagasan. Peserta didik tidak hanya menempelkan material, tetapi juga diarahkan menghubungkan karya dengan ide dan pengalaman mereka.

Unit kedelapan adalah Melipat dan Membentuk Kertas. Kegiatan berfokus pada bentuk dan bidang serta eksplorasi fungsi bahan. Modul juga memberikan ruang untuk diskusi, refleksi, dan evaluasi diri setelah karya selesai.

Unit kesembilan, Eksplorasi Bentuk 3 Dimensi, mengajak peserta didik mengenali bidang, bentuk, alat dan bahan, serta prinsip desain keseimbangan. Salah satu kegiatan yang ditawarkan adalah membuat patung sederhana menggunakan bahan yang mudah dibentuk seperti tanah liat, plastisin, kertas, atau adonan tepung.

Unit terakhir adalah Review dan Berkarya. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk menggunakan kembali pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari. Mereka diberi kebebasan memilih alat atau teknik yang paling disukai atau dikuasai untuk menghasilkan karya.

Sepuluh Modul Ajar yang Tersedia

Sepuluh modul ajar dalam arsip dibuat untuk kelas II Fase A. Hampir seluruh modul memiliki alokasi satu pertemuan atau 2 x 35 menit, sedangkan Modul Ajar 4 memiliki alokasi dua pertemuan atau 4 x 35 menit.

Modul 1 – Melihat dan Menggunakan Warna. Peserta didik mengamati warna, membayangkan suatu tempat yang indah, kemudian menuangkan gagasannya melalui gambar. Modul menyediakan alternatif penggunaan bahan dari lingkungan apabila pewarna kering tidak tersedia.

Modul 2 – Eksplorasi Alat, Media dan Bahan. Kegiatan mengenalkan warna primer dan sekunder, alat pembuat garis, serta berbagai unsur rupa. Peserta didik diberi kesempatan merasakan dan mengeksplorasi alat sebelum menggunakannya.

Modul 3 – Menggambar/Membuat Karya Cetak dari Bentuk Sekitar. Modul mengajak peserta didik mengamati fungsi alat dan bahan yang tersedia di sekitar. Salah satu kegiatan menggunakan oil pastel untuk menghasilkan karya cetak dari bentuk yang ditemukan.

Modul 4 – Menggambar Pemandangan dan Potret. Modul ini memanfaatkan pengamatan sebagai dasar kegiatan menggambar. Peserta didik dapat menggambar pemandangan maupun mengamati wajah teman untuk membuat potret, kemudian melakukan refleksi terhadap karya yang dihasilkan.

Modul 5 – Menggambar Pola. Fokusnya adalah pola dan motif sederhana. Kegiatan juga menghubungkan seni dengan lingkungan serta budaya melalui eksplorasi motif dan berbagai bahan yang mudah ditemukan.

Modul 6 – Menggunting dan Menempel Kolase. Peserta didik belajar memilih bahan, menggunting, menyusun, dan menempel material menjadi karya baru. Modul juga menekankan kebiasaan merapikan ruang kerja setelah kegiatan.

Modul 7 – Kolase yang Bercerita. Kegiatan mengembangkan kemampuan peserta didik dalam menghubungkan bentuk, warna, bahan, dan gagasan. Peserta didik didorong untuk menjelaskan proses serta makna karya yang dibuat.

Modul 8 – Melipat dan Membentuk Kertas. Peserta didik mengeksplorasi cara melipat kertas dan membentuknya menjadi karya. Diskusi antarsiswa digunakan untuk berbagi strategi menghasilkan lipatan yang lebih rapi.

Modul 9 – Eksplorasi Bentuk 3 Dimensi. Kegiatan membawa peserta didik dari karya dua dimensi menuju bentuk tiga dimensi. Tanah liat menjadi salah satu bahan yang direkomendasikan, dengan alternatif plastisin, kertas, atau adonan tepung.

Modul 10 – Review dan Berkarya. Modul terakhir memberikan ruang bagi peserta didik untuk merencanakan dan menghasilkan karya berdasarkan teknik atau alat yang mereka sukai. Proses kreatif diikuti refleksi mengenai pengalaman dan manfaat keterampilan yang telah dipelajari.

Prota dan Prosem Membantu Mengatur Alokasi Pembelajaran

Program Tahunan dalam arsip memetakan sepuluh tujuan pembelajaran ke dalam dua semester dengan total alokasi 22 JP. Semester pertama memiliki lima tujuan pembelajaran dengan total 12 JP, sedangkan semester kedua memiliki lima tujuan pembelajaran dengan total 10 JP.

Program Semester kemudian memberikan kerangka penempatan kegiatan dalam bulan dan minggu pembelajaran. Pada dokumen tersebut juga tersedia ruang untuk mencatat Sumatif Tengah Semester (STS) dan Sumatif Akhir Semester (SAS). Karena bagian jadwal masih berupa format perencanaan, guru dapat mengisinya sesuai kalender pendidikan dan kondisi sekolah masing-masing.

KKTP untuk Membantu Membaca Ketercapaian Tujuan

Dokumen Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) memberikan interval pencapaian yang dapat digunakan guru untuk membaca hasil belajar. Rentang yang tercantum adalah 0–40 persen, 41–65 persen, 66–85 persen, dan 86–100 persen.

Setiap rentang memiliki tindak lanjut yang berbeda. Pencapaian pada rentang terendah menunjukkan perlunya remedial pada seluruh bagian, sedangkan rentang berikutnya mengarahkan remedial pada bagian yang diperlukan. Pada rentang 66–85 persen peserta didik dinyatakan telah mencapai ketuntasan, sementara rentang 86–100 persen diarahkan pada pengayaan.

KKTP tersebut juga disusun berdasarkan tujuan pembelajaran dari unit 1 sampai unit 10. Hal ini membantu guru menghubungkan proses pembelajaran dengan tindak lanjut hasil belajar.

Jurnal Mengajar untuk Mencatat Pelaksanaan Pembelajaran

Jurnal mengajar yang tersedia memuat unit, alur tujuan pembelajaran, materi, penilaian, serta kolom hari dan tanggal. Aspek penilaian yang dicantumkan meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Format ini cukup praktis untuk digunakan sebagai catatan pelaksanaan pembelajaran. Guru tinggal menyesuaikan tanggal, pelaksanaan kegiatan, serta catatan yang diperlukan setelah proses belajar berlangsung.

Bagaimana Perangkat Ini Mendukung Pembelajaran yang Bermakna?

Salah satu hal menarik dari modul ajar dalam arsip adalah adanya kegiatan yang memberi perhatian pada proses, bukan hanya produk. Beberapa modul secara eksplisit menggunakan kegiatan mindful, refleksi, pengalaman bermakna, dan suasana yang menyenangkan.

Misalnya, pada kegiatan melihat dan menggunakan warna, peserta didik diajak memperhatikan alat yang digunakan, membayangkan tempat yang indah, lalu menerjemahkan bayangan tersebut menjadi gambar. Pada kegiatan menggambar potret, peserta didik belajar mengamati wajah teman dengan lebih teliti sekaligus memahami adanya perbedaan antarmanusia.

Pada kegiatan kolase dan melipat kertas, peserta didik juga diajak melakukan refleksi serta membersihkan ruang kerja. Kebiasaan sederhana tersebut membuat proses berkarya tidak terpisah dari pembentukan tanggung jawab.

Pendekatan seperti ini dapat mendukung pembelajaran yang bermakna, aktif, menyenangkan, dan kontekstual karena peserta didik memperoleh pengalaman langsung. Guru tetap perlu menyesuaikan penerapannya dengan usia, kemampuan, fasilitas, serta karakteristik peserta didik di kelas.

Manfaat bagi Guru

Kumpulan perangkat ini dapat membantu guru mengurangi pekerjaan persiapan yang harus dimulai dari awal. CP memberikan arah capaian, ATP menerjemahkan capaian tersebut menjadi tujuan pembelajaran, Prota dan Prosem membantu pengaturan waktu, sedangkan KKTP memberikan kerangka untuk melihat ketercapaian tujuan.

Modul ajar kemudian memberikan contoh penerapan kegiatan secara lebih rinci. Di dalamnya terdapat tujuan, pemahaman bermakna, pertanyaan pemantik, kegiatan pembelajaran, refleksi, asesmen, serta pengayaan dan remedial.

Guru juga tidak harus selalu menggunakan bahan yang mahal. Beberapa kegiatan justru memberikan alternatif bahan yang tersedia di lingkungan sekitar, seperti pasir, ranting, arang, kunyit, daun, kertas, plastisin, tanah liat, atau bahan lain yang sesuai dan aman digunakan.

Siapa yang Dapat Menggunakan Perangkat Ini?

Perangkat ini ditujukan terutama untuk guru Seni Rupa SD Kelas II Fase A yang membutuhkan referensi dalam menyiapkan pembelajaran. Guru kelas yang mengampu Seni Rupa juga dapat memanfaatkannya sebagai bahan perencanaan.

Karena beberapa bagian masih menyediakan kolom identitas seperti nama penyusun, sekolah, tahun penyusunan, dan tahun ajaran, dokumen sebaiknya diperiksa serta dilengkapi sebelum digunakan sebagai perangkat resmi di sekolah.

Catatan Sebelum Menggunakan Perangkat

Perangkat pembelajaran sebaiknya tidak dipandang sebagai dokumen yang harus digunakan secara kaku. Kondisi setiap sekolah berbeda, begitu pula kemampuan peserta didik, ketersediaan alat, waktu pembelajaran, dan lingkungan belajar.

Guru dapat menyesuaikan bahan, media, langkah kegiatan, maupun bentuk asesmen selama penyesuaian tersebut tetap mengarah pada tujuan pembelajaran. Contohnya, kegiatan menggunakan tanah liat dapat diganti dengan plastisin apabila tanah liat sulit diperoleh. Demikian pula kegiatan menggambar dapat memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber inspirasi.

Buku Panduan Guru Seni Rupa SD Kelas II yang terdapat dalam arsip juga dapat digunakan sebagai referensi untuk memahami contoh kegiatan dan strategi pembelajaran. Sementara itu, buku panduan Seni Tari, Seni Musik, dan Seni Teater yang ikut berada di dalam arsip merupakan referensi bidang seni lain dan bukan bagian utama dari perangkat Seni Rupa yang dibahas dalam artikel ini.

Download Perangkat Pembelajaran Seni Rupa Kelas 2

Tombol download akan aktif dalam 10 detik...

Kesimpulan

Kumpulan Perangkat Pembelajaran Seni Rupa Kelas 2 Kurikulum Merdeka dalam arsip ini cukup lengkap untuk menjadi referensi perencanaan pembelajaran. Isinya mencakup CP, ATP, pemetaan ATP, Prota, Prosem, KKTP, jurnal mengajar, serta sepuluh modul ajar dengan kegiatan yang beragam, mulai dari warna, menggambar, pola, kolase, melipat kertas, hingga eksplorasi bentuk tiga dimensi.

Bagi guru, perangkat tersebut dapat membantu menyiapkan pembelajaran secara lebih terstruktur sekaligus memberikan pilihan kegiatan yang dekat dengan pengalaman peserta didik. Guru tetap dapat menyesuaikan perangkat dengan kondisi sekolah, ketersediaan bahan, waktu belajar, serta karakteristik peserta didik.

Semoga perangkat yang dibagikan melalui PERANGKAT PEMBELAJARAN di www.perangkatpembelajaran.web.id dapat menjadi salah satu referensi yang membantu guru dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran Seni Rupa Kelas 2 secara lebih terarah, kreatif, dan menyenangkan.

```

Informasi Terkait Perangkat Pembelajaran Seni Rupa Kelas 2 Deep Learning

Perangkat Pembelajaran Seni Rupa Kelas 2 Deep Learning merupakan bagian dari kumpulan perangkat pembelajaran yang tersedia di PERANGKAT PEMBELAJARAN. Halaman ini dapat menjadi referensi bagi guru dalam mencari bahan ajar, perangkat ajar, serta materi pendukung pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan kelas.

Topik pada artikel ini berkaitan dengan: ATP, Jurnal Mengajar, Kelas 2, KKTP, Kurikulum Merdeka, Modul Ajar, Perangkat Pembelajaran, Prosem, Prota, Seni Rupa Kelas 2 .

Untuk melengkapi bahan yang sedang dicari, kunjungi artikel terkait pada bagian Artikel Terkait. Gunakan perangkat yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, kondisi sekolah, dan tujuan pembelajaran.

Bahan Ajar Guru Terbaru

Temukan referensi Modul Ajar, ATP, CP, KKTP, Prota, Promes, dan Perangkat Ajar lainnya melalui artikel yang tersedia di website ini. Kumpulan tersebut dikembangkan untuk membantu guru menyiapkan pembelajaran secara lebih terarah dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan satuan pendidikan.

Lihat perangkat pembelajaran terbaru »

0 Response to "Perangkat Pembelajaran Seni Rupa Kelas 2 Deep Learning "

Posting Komentar