Perangkat Pembelajaran Seni Musik Deep Learning Kelas 7 Lengkap Semester 1 dan 2
Guru Seni Musik kelas VII membutuhkan perangkat pembelajaran yang tidak hanya berisi materi, tetapi juga dapat membantu mengarahkan peserta didik untuk mengalami, mempraktikkan, merefleksikan, menciptakan, dan menampilkan karya musik secara nyata. Karena itu, perangkat pembelajaran yang disusun secara sistematis akan sangat membantu proses pembelajaran agar lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Pada artikel ini tersedia Perangkat Pembelajaran Seni Musik Deep Learning Kelas 7 yang terdiri atas Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan empat Modul Ajar Deep Learning. Perangkat tersebut mencakup pembelajaran Seni Musik untuk kelas VII Fase D, semester ganjil dan genap, dengan materi yang berkembang dari kemampuan bernyanyi solo, bermain alat musik sederhana, bernyanyi bersama, hingga bermain ansambel dan menyelenggarakan pergelaran musik.
Bagi guru yang sedang menyiapkan perangkat ajar, kumpulan dokumen ini dapat menjadi salah satu referensi praktis. Anda juga dapat melihat berbagai perangkat pembelajaran lainnya sebagai bahan referensi untuk melengkapi kebutuhan administrasi dan pembelajaran di sekolah.
Perangkat Pembelajaran Seni Musik Kelas VII yang Tersedia
Berdasarkan file yang tersedia, terdapat lima dokumen utama dalam paket perangkat pembelajaran ini. Dokumen-dokumen tersebut saling berkaitan dan dapat digunakan sebagai satu kesatuan dalam merencanakan pembelajaran Seni Musik kelas VII.
- Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Seni Musik Kelas VII untuk Fase D, semester ganjil dan genap.
- Modul Ajar Bab 1: Bernyanyi Solo.
- Modul Ajar Bab 2: Bermain Alat Musik Sederhana.
- Modul Ajar Bab 3: Bernyanyi Bersama.
- Modul Ajar Bab 4: Bermain Ansambel.
ATP berfungsi sebagai gambaran alur tujuan pembelajaran selama satu tahun pembelajaran. Sementara itu, keempat modul ajar memberikan rancangan pembelajaran yang lebih rinci untuk masing-masing bab. Dengan demikian, guru dapat menggunakan ATP sebagai peta pembelajaran dan modul ajar sebagai panduan pelaksanaan kegiatan di kelas.
ATP Seni Musik Kelas VII Fase D
Dokumen ATP yang terdapat dalam paket ini ditujukan untuk Seni Musik Fase D Kelas VII semester I dan II. Capaian pembelajarannya mencakup beberapa kemampuan penting dalam kegiatan bermusik.
Pada aspek Mengalami (Experiencing), peserta didik diarahkan untuk mengenali dan menerapkan unsur musik seperti nada, irama, dan melodi serta mengenali karakteristik musik dari berbagai genre dan era. Pada aspek Merefleksikan (Reflecting), peserta didik melakukan umpan balik terhadap kemampuan bermain musik dan karya musik dengan menggunakan istilah musik yang tepat.
Selanjutnya terdapat kemampuan Berpikir dan Bekerja Artistik, yaitu menerapkan proses praktik musik untuk meningkatkan keterampilan, menyajikan musik daerah dan Nusantara, serta menyajikan karya musik modern Indonesia dengan interpretasi dan ekspresi yang sesuai. Peserta didik juga diarahkan pada kemampuan Menciptakan lagu sederhana melalui pengembangan irama dan melodi menggunakan berbagai alat musik.
Aspek terakhir adalah Berdampak (Impacting), yang mendorong peserta didik menunjukkan minat, empati, dan kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan bermusik.
Bab 1: Bernyanyi Solo
Modul Ajar Bab 1 membahas Bernyanyi Solo dengan alokasi waktu 16 JP atau delapan kali pertemuan. Materi dimulai dari pengenalan karakteristik penyanyi yang baik dan analisis penampilan vokal, kemudian berlanjut pada teknik vokal dasar.
Peserta didik mempelajari postur, pernapasan, artikulasi, dan intonasi melalui latihan vokalisi secara bertahap. Pembelajaran kemudian dikembangkan melalui pengenalan register dan jenis suara, latihan vokal lanjutan, serta praktik menyanyikan lagu daerah atau lagu nasional.
Pada tahap akhir, peserta didik mempelajari teknik phrasing atau pemenggalan kalimat lagu dan menerapkannya dalam penampilan vokal solo. Kegiatan ini tidak hanya mengembangkan keterampilan bernyanyi, tetapi juga dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan berekspresi, kemandirian, dan kemampuan memberikan maupun menerima umpan balik.
Bab 2: Bermain Alat Musik Sederhana
Bab 2 mengarahkan peserta didik untuk mengenal dan memainkan alat musik sederhana. Pembelajaran diawali dengan pengenalan ketukan, tempo, dan ritme melalui praktik perkusi tubuh serta metode Kodaly.
Materi selanjutnya membahas notasi musik, termasuk nilai not dan tanda diam, kemudian diterapkan melalui alat musik harmonis sederhana seperti pianika. Peserta didik juga mempelajari teknik dasar memainkan rekorder, termasuk penjarian, pernapasan, dan teknik tonguing.
Pada pertemuan berikutnya, berbagai keterampilan tersebut digabungkan dalam kegiatan ansambel sederhana. Peserta didik berlatih menggabungkan alat musik ritmis, harmonis, dan melodis sehingga pembelajaran tidak berhenti pada kemampuan memainkan alat secara individual, tetapi berkembang menuju kemampuan bekerja sama dalam kelompok.
Bab 3: Bernyanyi Bersama
Bab 3 membahas Bernyanyi Bersama dengan fokus pada kemampuan bernyanyi dalam kelompok. Peserta didik mengenal berbagai bentuk kelompok bernyanyi, seperti unisono, vokal grup, dan paduan suara, sekaligus memahami konsep dasar harmoni.
Materi berikutnya membahas fungsi dirigen atau pengaba. Peserta didik berlatih mengikuti pola aba-aba dasar, termasuk aba-aba yang berkaitan dengan dinamika dan ekspresi.
Modul juga memberikan perhatian pada pemanasan vokal. Peserta didik berlatih melakukan persiapan fisik, pernapasan, dan vokalisi sebelum bernyanyi bersama. Pada tahap akhir, mereka melakukan latihan gabungan dan menampilkan sebuah lagu dalam format vokal grup atau paduan suara sederhana dengan memperhatikan ritme, intonasi, dan ekspresi.
Kegiatan ini sangat erat dengan kemampuan kolaborasi karena kualitas penampilan kelompok tidak hanya bergantung pada kemampuan satu orang. Setiap peserta didik perlu mendengarkan anggota lain, mengikuti aba-aba, menjaga intonasi, serta menyesuaikan ekspresi agar menghasilkan penampilan yang harmonis.
Bab 4: Bermain Ansambel
Bab 4 menjadi bagian yang mengembangkan kemampuan bermusik secara lebih kompleks melalui kegiatan bermain ansambel. Peserta didik mempelajari jenis-jenis ansambel dan berlatih memainkan lagu sederhana secara bersama-sama dalam format ansambel campuran.
Pembelajaran kemudian diarahkan pada penerapan dinamika dan ekspresi sekaligus peningkatan kekompakan, keselarasan, dan pengendalian tempo. Setelah keterampilan bermusik berkembang, peserta didik dikenalkan pada tahapan persiapan sebuah pergelaran musik.
Salah satu kegiatan penting dalam modul ini adalah proyek "Pergelaran Musik Kelas". Peserta didik tidak hanya berperan sebagai pemain musik, tetapi juga belajar merancang kegiatan, membentuk kepanitiaan, menyusun pembagian tugas, melakukan persiapan, mengikuti gladi bersih, melaksanakan pertunjukan, dan melakukan evaluasi.
Dengan pola seperti ini, pembelajaran Seni Musik menjadi pengalaman yang lebih luas karena menggabungkan keterampilan artistik dengan manajemen kegiatan, komunikasi, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kerja sama.
Penerapan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Keempat modul dalam paket ini memiliki karakter yang mendukung pembelajaran mendalam karena peserta didik tidak hanya diarahkan untuk mengetahui konsep musik, tetapi juga mengalami dan mempraktikkannya secara langsung. Pembelajaran berkembang dari pengalaman individual menuju pengalaman kelompok.
Pada Bab 1, peserta didik belajar mengenali kemampuan diri melalui kegiatan bernyanyi solo. Pada Bab 2, mereka mulai mengembangkan keterampilan memainkan alat musik dan bekerja dalam ansambel sederhana. Bab 3 memperkuat kemampuan mendengarkan dan berkolaborasi melalui kegiatan bernyanyi bersama. Selanjutnya Bab 4 membawa peserta didik pada proyek yang lebih kompleks berupa pergelaran musik kelas.
Urutan tersebut memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar secara aktif. Mereka mengamati, mencoba, melakukan latihan, menerima umpan balik, memperbaiki kesalahan, bekerja sama, dan menghasilkan sebuah penampilan. Proses seperti ini dapat membantu pembelajaran menjadi lebih bermakna karena keterampilan yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam kegiatan nyata.
Pembelajaran juga dapat dibuat kontekstual dengan memilih lagu yang dekat dengan lingkungan peserta didik, termasuk lagu daerah, lagu nasional, maupun karya musik Indonesia yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Guru dapat menyesuaikan bentuk praktik dengan fasilitas yang tersedia di sekolah.
Nilai dan Dimensi yang Dikembangkan
Perangkat pembelajaran ini tidak hanya menekankan keterampilan musik. Di dalam modul terdapat integrasi berbagai nilai dan dimensi profil lulusan, antara lain keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, akhlak mulia, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.
Hal tersebut terlihat dalam kegiatan seperti memberikan umpan balik kepada teman, bekerja dalam kelompok ansambel, bertanggung jawab terhadap bagian musik masing-masing, menjaga kesehatan vokal dan pernapasan, serta bekerja sama dalam mempersiapkan sebuah pertunjukan. Dengan demikian, Seni Musik dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus karakter peserta didik.
Asesmen dalam Pembelajaran
Keempat modul ajar yang tersedia juga memuat bagian asesmen pembelajaran. Asesmen ditempatkan sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk melihat perkembangan kemampuan peserta didik dalam memahami konsep dan menerapkannya dalam praktik.
Bentuk kegiatan yang dilakukan dapat disesuaikan dengan karakter materi. Pada pembelajaran vokal, misalnya, guru dapat memperhatikan teknik vokal, intonasi, artikulasi, ekspresi, dan kesiapan penampilan. Pada pembelajaran alat musik, perhatian dapat diberikan pada ketepatan ritme, teknik memainkan alat, kemampuan membaca notasi, serta kekompakan ketika bermain bersama.
Untuk kegiatan kelompok, guru juga dapat memperhatikan aspek kerja sama, tanggung jawab, komunikasi, dan kontribusi setiap peserta didik dalam menyelesaikan tugas bersama.
Manfaat bagi Guru
Paket ini dapat membantu guru Seni Musik dalam menyusun pembelajaran kelas VII secara lebih terstruktur. ATP memberikan gambaran alur pembelajaran dengan total alokasi waktu 64 JP, sedangkan empat modul ajar masing-masing memiliki alokasi waktu 16 JP.
Guru juga dapat menggunakan dokumen ini sebagai dasar untuk menyiapkan kegiatan praktik, menentukan materi yang akan diberikan, mengatur pembagian waktu, serta menyesuaikan pembelajaran dengan kemampuan peserta didik dan kondisi sekolah.
Perangkat ini juga dapat menjadi bahan referensi ketika guru ingin mengembangkan perangkat pembelajaran sendiri agar lebih sesuai dengan karakteristik peserta didik, sarana prasarana, lingkungan sekolah, serta budaya musik di daerah masing-masing.
Catatan Penggunaan dan Penyesuaian
Meskipun perangkat sudah disusun secara sistematis, guru tetap perlu melakukan penyesuaian sebelum digunakan. Pada dokumen masih terdapat bagian identitas yang berupa titik-titik atau format isian, seperti nama sekolah, nama penyusun, tahun pelajaran, dan informasi administrasi lainnya.
Guru juga sebaiknya menyesuaikan pilihan lagu, alat musik, pembagian kelompok, metode praktik, serta bentuk asesmen dengan kondisi nyata di sekolah. Tidak semua sekolah memiliki alat musik dan fasilitas yang sama. Oleh sebab itu, penggunaan alat musik dapat disesuaikan dengan sarana yang tersedia tanpa menghilangkan tujuan pembelajaran.
Penyesuaian juga penting dilakukan berdasarkan kemampuan awal peserta didik. Peserta didik yang sudah memiliki pengalaman bermusik dapat diberikan tantangan yang lebih tinggi, sedangkan peserta didik yang masih pemula dapat memperoleh pendampingan dan latihan secara bertahap.
Kesimpulan
Perangkat Pembelajaran Seni Musik Deep Learning Kelas VII ini dapat menjadi referensi bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran Seni Musik secara bertahap dan terstruktur. Paket yang tersedia terdiri atas ATP serta empat Modul Ajar yang membahas Bernyanyi Solo, Bermain Alat Musik Sederhana, Bernyanyi Bersama, dan Bermain Ansambel.
Rangkaian materi tersebut memberikan pengalaman belajar yang berkembang dari keterampilan individu menuju kerja sama dan proyek pertunjukan musik. Peserta didik tidak hanya belajar tentang teori musik, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk berlatih, berekspresi, berkolaborasi, melakukan refleksi, dan menghasilkan penampilan.
Guru tetap disarankan untuk menyesuaikan perangkat dengan kondisi sekolah, karakteristik peserta didik, ketersediaan alat musik, pilihan lagu, serta kebutuhan pembelajaran masing-masing. Dengan penyesuaian tersebut, perangkat dapat digunakan sebagai dasar untuk menciptakan pembelajaran Seni Musik yang aktif, kontekstual, menyenangkan, dan bermakna.
Informasi Terkait Perangkat Pembelajaran Seni Musik Deep Learning Kelas 7 Lengkap Semester 1 dan 2
Perangkat Pembelajaran Seni Musik Deep Learning Kelas 7 Lengkap Semester 1 dan 2 merupakan bagian dari kumpulan perangkat pembelajaran yang tersedia di PERANGKAT PEMBELAJARAN. Halaman ini dapat menjadi referensi bagi guru dalam mencari bahan ajar, perangkat ajar, serta materi pendukung pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan kelas.
Topik pada artikel ini berkaitan dengan: ATP, Deep Learning, Kelas 7, Kurikulum Merdeka, Modul Ajar, Perangkat Pembelajaran, Seni Musik .
Untuk melengkapi bahan yang sedang dicari, kunjungi artikel terkait pada bagian Artikel Terkait. Gunakan perangkat yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, kondisi sekolah, dan tujuan pembelajaran.
Bahan Ajar Guru Terbaru
Temukan referensi Modul Ajar, ATP, CP, KKTP, Prota, Promes, dan Perangkat Ajar lainnya melalui artikel yang tersedia di website ini. Kumpulan tersebut dikembangkan untuk membantu guru menyiapkan pembelajaran secara lebih terarah dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan satuan pendidikan.

0 Response to "Perangkat Pembelajaran Seni Musik Deep Learning Kelas 7 Lengkap Semester 1 dan 2"
Posting Komentar