Perangkat Pembelajaran Deep Learning IPS Sejarah Kelas 10 Fase E Lengkap

Perangkat Pembelajaran Deep Learning IPS Sejarah Kelas 10 Fase E Lengkap

Menyiapkan pembelajaran Sejarah di kelas X bukan hanya persoalan menentukan materi yang akan disampaikan. Guru juga perlu memastikan tujuan pembelajaran, alur pembelajaran, asesmen, kegiatan di kelas, media, serta bahan ajar saling terhubung. Karena itu, perangkat pembelajaran yang tersusun rapi dapat membantu guru mengurangi pekerjaan administratif sekaligus memiliki lebih banyak waktu untuk memikirkan bagaimana peserta didik benar-benar memahami sejarah.

Pada artikel ini tersedia rangkuman perangkat pembelajaran Deep Learning IPS Sejarah Kelas 10 Fase E berdasarkan file yang terdapat dalam paket perangkat pembelajaran. Materinya mencakup dokumen perencanaan pembelajaran, modul ajar per bab, bahan presentasi PowerPoint, serta buku bahan ajar IPS kelas X edisi revisi.

Paket ini dapat menjadi salah satu referensi bagi guru yang sedang menyusun atau menyesuaikan perangkat pembelajaran. Guru dapat melihat detail file dan menggunakannya sebagai dasar pengembangan pembelajaran sesuai karakteristik peserta didik dan kondisi satuan pendidikan.

Gambaran Umum Perangkat Pembelajaran

Secara keseluruhan, paket yang tersedia terdiri atas 38 file. Dokumen tersebut terbagi menjadi beberapa kelompok yang saling melengkapi.

  • Dokumen perencanaan: Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), Program Tahunan (Prota), Program Semester (Prosem), dan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP).
  • Modul Ajar Deep Learning: tujuh modul yang membahas materi Sejarah kelas X dari pengantar ilmu sejarah sampai perkembangan kerajaan Islam di Indonesia.
  • Materi PowerPoint: 24 file presentasi yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran dan penguatan materi.
  • Buku bahan ajar: Buku Siswa dan Buku Panduan Guru IPS Kelas X Edisi Revisi.

Dengan susunan tersebut, perangkat tidak hanya berisi dokumen administratif, tetapi juga menyediakan bahan yang dapat membantu guru bergerak dari tahap perencanaan menuju pelaksanaan pembelajaran.

Isi dan Kandungan Dokumen Perangkat

1. Capaian Pembelajaran (CP)

Dokumen CP IPS Fase E mengacu pada Keputusan BSKAP Nomor 32 Tahun 2024. Dokumen menjelaskan rasional, tujuan, karakteristik IPS, serta capaian pembelajaran pada Fase E.

Dalam dokumen tersebut, IPS diarahkan untuk membantu peserta didik memahami kehidupan manusia dalam konteks sosial, budaya, ekonomi, ruang, dan waktu. Pembelajaran juga menekankan kemampuan berpikir kritis, analitis, kreatif, adaptif, dan solutif.

Khusus kajian Sejarah, peserta didik diarahkan memahami konsep dasar ilmu sejarah dan penelitian sejarah serta menganalisis keterhubungan masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang. Keterampilan proses mencakup mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menganalisis, menyimpulkan, mengomunikasikan, merefleksikan, dan merencanakan tindak lanjut.

2. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

ATP Fase E dalam paket ini memuat tujuan pembelajaran yang lebih operasional. Terdapat 9 tujuan pembelajaran utama, mulai dari kemampuan menjelaskan elemen berpikir sejarah dan tahapan penelitian sejarah, kehidupan masyarakat praaksara, pengaruh Hindu-Buddha, penyebaran Islam, hingga pelaporan penelitian sejarah lokal.

Salah satu kekuatan ATP ini adalah adanya konsep inti dan glosarium. Guru tidak hanya memperoleh tujuan pembelajaran, tetapi juga istilah penting yang dapat membantu menjelaskan konsep kepada peserta didik.

3. Program Tahunan dan Program Semester

Program Tahunan membagi pembelajaran menjadi semester ganjil dan genap dengan total 36 JP pada format yang tersedia. Semester ganjil mencakup persiapan belajar, peristiwa bersejarah, manfaat mempelajari sejarah, manusia dalam ruang dan waktu, diakronik dan sinkronik, historiografi, sumber sejarah, serta upaya menghindari bias sejarah.

Semester genap dilanjutkan dengan teori penelitian sejarah, sejarah dan teori sosial, evaluasi, proyek penelitian sejarah, presentasi laporan penelitian, dan evaluasi ketercapaian capaian pembelajaran.

Sementara itu, Prosem memberikan format distribusi materi berdasarkan minggu pembelajaran sehingga guru lebih mudah melakukan penjadwalan dan penyesuaian dengan kalender akademik sekolah.

4. KKTP

Dokumen KKTP memberikan kriteria pencapaian tujuan pembelajaran dengan empat rentang capaian, yaitu 0–40%, 41–65%, 66–85%, dan 86–100%. Rentang tersebut digunakan untuk menentukan kebutuhan remedial, ketuntasan, maupun pengayaan.

Format ini dapat membantu guru membaca hasil belajar secara lebih terarah. Peserta didik yang belum mencapai tujuan dapat memperoleh remedial sesuai kebutuhan, sedangkan peserta didik yang telah mencapai capaian tinggi dapat diberikan pengayaan atau tantangan lebih lanjut.

Modul Ajar Deep Learning Bab 1 sampai Bab 7

Bagian penting dalam paket ini adalah tujuh Modul Ajar Deep Learning. Setiap modul memuat identitas modul, kesiapan peserta didik, karakteristik materi, tujuan pembelajaran, topik kontekstual, kerangka pembelajaran, langkah pembelajaran berdiferensiasi, serta asesmen awal, proses, dan akhir.

Bab 1 – Pengantar Ilmu Sejarah

Bab pertama menjadi fondasi untuk memahami hakikat sejarah, ruang lingkup sejarah, manusia, waktu, ruang, cara berpikir sejarah, periodisasi, dan manfaat mempelajari sejarah. Pembelajaran juga diarahkan agar peserta didik mampu menghubungkan sejarah dengan pengalaman pribadi, keluarga, sekolah, maupun lingkungan sekitar.

Bab 2 – Penelitian Sejarah

Bab ini membawa peserta didik dari sekadar mengetahui cerita sejarah menuju proses bagaimana pengetahuan sejarah diperoleh. Materinya mencakup heuristik, pencarian sumber, kritik sumber, interpretasi, sintesis, dan historiografi. Salah satu konteks yang menarik adalah penelitian sejarah sekolah atau lingkungan lokal serta latihan membedakan informasi sejarah dengan klaim yang belum terverifikasi.

Bab 3 – Kehidupan Prasejarah di Indonesia

Materi membahas manusia purba di Indonesia, periodisasi zaman batu dan zaman logam, pola kehidupan, peralatan, kepercayaan, serta peninggalan prasejarah. Modul mendorong peserta didik menghubungkan kondisi lingkungan dengan perkembangan kehidupan manusia pada masa lampau.

Bab 4 – Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia

Pembahasan meliputi teori masuknya Hindu-Buddha, kerajaan-kerajaan awal, Sriwijaya, Mataram Kuno, Majapahit, peninggalan budaya, serta proses perubahan dan transisi. Pendekatan pembelajarannya tidak hanya mengarah pada hafalan nama kerajaan, tetapi juga analisis sumber, akulturasi, kehidupan sosial-politik, dan warisan budaya.

Bab 5 – Penulisan Sejarah (Historiografi)

Peserta didik diajak memahami historiografi tradisional, kolonial, nasional, dan modern. Bagian penting lainnya adalah mengenali sudut pandang, bias, serta faktor yang memengaruhi penulisan sejarah. Peserta didik juga diarahkan untuk membuat penulisan sejarah sederhana berdasarkan perspektif yang dapat dipertanggungjawabkan.

Bab 6 – Sejarah dan Teori Sosial

Bab ini mempertemukan sejarah dengan ilmu sosial. Peserta didik belajar melihat peristiwa sejarah melalui dimensi sosial, ekonomi, budaya, struktur masyarakat, konflik, perubahan, serta hubungan antara individu dan struktur sosial.

Bab 7 – Perkembangan Kerajaan Islam di Indonesia

Materi membahas proses masuknya Islam, Samudera Pasai, Malaka, Demak, Cirebon, Banten, Mataram Islam, Gowa-Tallo, Ternate dan Tidore, serta pengaruh kebudayaan Islam. Konteks pembelajarannya antara lain akulturasi, peran perdagangan, Walisongo, jalur rempah, serta hubungan antara budaya lokal dan Islam.

Materi PowerPoint sebagai Media Pendukung

Selain modul ajar, paket ini menyediakan 24 materi PowerPoint. Topiknya antara lain prinsip ilmu sejarah, penelitian sejarah, kehidupan awal masyarakat Indonesia, asal-usul manusia Indonesia, masa praaksara dan aksara, masuknya Hindu-Buddha, kerajaan Hindu-Buddha, akulturasi kebudayaan, Islamisasi dan silang budaya, masa kolonial, merkantilisme, pendudukan Jepang, nasionalisme Asia-Afrika, hingga revolusi Amerika, Prancis, dan Rusia.

Perlu diperhatikan bahwa beberapa file PowerPoint merupakan bahan pendukung yang berasal dari format atau perangkat pembelajaran sebelumnya dan masih menampilkan keterangan kelas seperti XI atau XII. Karena itu, guru sebaiknya tidak langsung menganggap seluruh PPT sebagai bagian wajib perangkat Fase E. Gunakan materi yang relevan sebagai referensi, kemudian sesuaikan dengan CP, ATP, tujuan pembelajaran, dan kondisi kelas saat ini.

Buku Bahan Ajar IPS Kelas X

Dua PDF dalam paket merupakan Buku Siswa IPS Kelas X Edisi Revisi 2023 dan Buku Panduan Guru IPS Kelas X Edisi Revisi. Buku siswa memuat kajian IPS yang mencakup sosiologi, ekonomi, sejarah, dan geografi. Pada bagian Sejarah terdapat pembahasan mengenai ilmu sejarah, penelitian sejarah, serta dinamika masyarakat Indonesia dari masa Hindu-Buddha hingga kerajaan Islam.

Keberadaan buku ini melengkapi modul ajar karena guru dapat menggunakannya sebagai salah satu sumber belajar, bahan aktivitas, referensi pertanyaan, maupun pendukung kegiatan projek.

Mendukung Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

Istilah pembelajaran mendalam dalam perangkat ini tidak seharusnya dipahami sekadar sebagai penambahan materi. Intinya adalah bagaimana peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang bermakna, aktif, kontekstual, dan mendorong mereka untuk memahami alasan di balik suatu fakta sejarah.

Contohnya, ketika membahas penelitian sejarah, guru tidak harus berhenti pada definisi heuristik atau kritik sumber. Peserta didik dapat diajak menelusuri sejarah sekolah, mewawancarai narasumber, menemukan foto lama, membandingkan beberapa sumber, kemudian menyusun kesimpulan. Aktivitas semacam ini membuat konsep sejarah hadir dalam lingkungan yang dekat dengan kehidupan mereka.

Hal yang sama dapat diterapkan pada materi kerajaan Hindu-Buddha dan Islam. Candi, masjid kuno, tradisi masyarakat, nama daerah, jalur perdagangan, atau peninggalan lokal dapat dijadikan pintu masuk untuk bertanya: mengapa perubahan itu terjadi, siapa yang terlibat, bagaimana pengaruhnya terhadap masyarakat, dan apa relevansinya dengan kehidupan sekarang.

Dengan pendekatan tersebut, peserta didik tidak hanya mengingat tanggal dan nama tokoh. Mereka belajar mengamati, mencari bukti, menguji informasi, berdiskusi, menyusun argumen, mengomunikasikan hasil, serta melakukan refleksi.

Manfaat bagi Guru dan Sasaran Pengguna

Paket ini terutama bermanfaat bagi guru IPS/Sejarah kelas X Fase E yang membutuhkan referensi perangkat pembelajaran dalam satu paket. Dokumen dapat membantu guru menyusun perencanaan tahunan dan semester, mengembangkan modul ajar, menyiapkan media presentasi, serta merancang asesmen.

Bagi guru yang sedang mengembangkan perangkat pembelajaran, paket ini juga dapat menjadi inspirasi untuk menyelaraskan dokumen administratif dengan aktivitas belajar yang nyata di kelas.

Catatan Penggunaan dan Penyesuaian

Perangkat pembelajaran sebaiknya tidak diperlakukan sebagai dokumen yang harus digunakan secara kaku. Kondisi setiap sekolah berbeda. Ketersediaan sarana, karakter peserta didik, kalender pendidikan, alokasi waktu, lingkungan sekitar, serta kebijakan satuan pendidikan perlu menjadi pertimbangan guru.

Beberapa identitas dalam dokumen juga masih menggunakan format isian seperti nama sekolah, nama penyusun, tahun pelajaran, dan satuan pendidikan. Bagian tersebut perlu diperbarui sebelum digunakan sebagai dokumen resmi.

Demikian pula dengan materi PowerPoint yang memiliki label kelas lama. Guru dapat mengambil bagian yang relevan sebagai bahan pengayaan, tetapi tetap melakukan pengecekan terhadap kesesuaiannya dengan perangkat Kurikulum Merdeka yang digunakan di sekolah.

Untuk mendapatkan paket file lengkap dan melihat isi file terlebih dahulu melalui halaman yang tersedia, silakan gunakan tombol berikut.

Tombol akan aktif setelah hitung mundur selesai.

Kesimpulan

Perangkat Pembelajaran Deep Learning IPS Sejarah Kelas 10 Fase E dalam paket ini memberikan bahan yang cukup lengkap untuk mendukung perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Di dalamnya terdapat CP, ATP, Prota, Prosem, KKTP, tujuh modul ajar, berbagai materi PowerPoint, serta buku bahan ajar IPS kelas X.

Kekuatan utama paket ini terletak pada hubungan antara perencanaan pembelajaran, aktivitas peserta didik, asesmen, dan materi sejarah yang kontekstual. Guru dapat menggunakannya sebagai titik awal untuk mengembangkan pembelajaran yang tidak sekadar berorientasi pada hafalan, tetapi mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, mencari bukti, berdiskusi, berkolaborasi, berkomunikasi, dan merefleksikan makna sejarah dalam kehidupan mereka.

Tetap lakukan penyesuaian terhadap identitas sekolah, kalender pembelajaran, kondisi peserta didik, alokasi waktu, serta kebijakan satuan pendidikan. Dengan penyesuaian tersebut, perangkat yang tersedia dapat menjadi lebih relevan dan benar-benar membantu guru dalam menghadirkan pembelajaran Sejarah yang bermakna di kelas.

Informasi Terkait Perangkat Pembelajaran Deep Learning IPS Sejarah Kelas 10 Fase E Lengkap

Perangkat Pembelajaran Deep Learning IPS Sejarah Kelas 10 Fase E Lengkap merupakan bagian dari kumpulan perangkat pembelajaran yang tersedia di PERANGKAT PEMBELAJARAN. Halaman ini dapat menjadi referensi bagi guru dalam mencari bahan ajar, perangkat ajar, serta materi pendukung pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan kelas.

Topik pada artikel ini berkaitan dengan: Deep Learning, IPS Sejarah, Kelas 10, Kurikulum Merdeka, Modul Ajar, Perangkat Pembelajaran .

Untuk melengkapi bahan yang sedang dicari, kunjungi artikel terkait pada bagian Artikel Terkait. Gunakan perangkat yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, kondisi sekolah, dan tujuan pembelajaran.

Bahan Ajar Guru Terbaru

Temukan referensi Modul Ajar, ATP, CP, KKTP, Prota, Promes, dan Perangkat Ajar lainnya melalui artikel yang tersedia di website ini. Kumpulan tersebut dikembangkan untuk membantu guru menyiapkan pembelajaran secara lebih terarah dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan satuan pendidikan.

Lihat perangkat pembelajaran terbaru »

0 Response to "Perangkat Pembelajaran Deep Learning IPS Sejarah Kelas 10 Fase E Lengkap"

Posting Komentar