Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 3 Kurikulum Merdeka Deep Learning

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 3 Kurikulum Merdeka Deep Learning

Bagi guru Bahasa Inggris kelas 3 SD, menyiapkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hafalan tetapi juga mendorong peserta didik untuk aktif menggunakan bahasa menjadi salah satu hal yang penting. Materi Bahasa Inggris pada jenjang sekolah dasar akan lebih mudah dipahami ketika dikaitkan dengan pengalaman yang dekat dengan kehidupan anak, menggunakan benda konkret, permainan, aktivitas kelompok, serta kesempatan untuk berbicara secara langsung.

Untuk membantu kebutuhan tersebut, tersedia Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 3 dengan pendekatan Deep Learning yang dapat digunakan sebagai salah satu referensi dalam merancang kegiatan pembelajaran. Berdasarkan dokumen yang tersedia, modul ini memuat beberapa unit pembelajaran yang berfokus pada rutinitas sehari-hari, angka 50–100, serta kata depan tempat atau prepositions of place.

Dokumen disusun untuk peserta didik Fase B kelas 3 semester 1 dengan alokasi waktu masing-masing unit sebesar 12 JP. Rancangan pembelajarannya juga dilengkapi dengan tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, asesmen, bahan ajar, LKPD, refleksi, pengayaan, remedial, glosarium, serta rubrik penilaian.

Gambaran Umum Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 3

Dokumen yang tersedia berupa Modul Ajar Bahasa Inggris Pendekatan Deep Learning. Identitas pada bagian modul mencantumkan mata pelajaran Bahasa Inggris, Fase B, kelas 3 semester 1, serta tahun ajaran 2025/2026. Sasaran peserta didik yang dituliskan adalah peserta didik reguler/tipikal dengan jumlah sekitar 20–25 siswa.

Modul tidak hanya memberikan materi untuk disampaikan guru, tetapi juga merancang pengalaman belajar yang melibatkan pengamatan, komunikasi, permainan, kerja kelompok, proyek, presentasi, dan refleksi. Dengan pola seperti ini, peserta didik memperoleh kesempatan untuk memahami kosakata dan ungkapan Bahasa Inggris melalui konteks yang lebih dekat dengan kehidupan mereka.

Di dalamnya juga terdapat integrasi delapan dimensi profil kelulusan serta tujuh kegiatan Anak Indonesia Hebat. Kegiatan tersebut digunakan sebagai bagian dari apersepsi dan pengaitan materi dengan kebiasaan sehari-hari peserta didik.

Isi dan Materi yang Terdapat dalam Dokumen

Salah satu kelebihan dokumen ini adalah materi pembelajarannya tidak hanya terdiri dari satu topik. File yang tersedia memuat tiga unit utama yang dapat digunakan guru sebagai referensi pembelajaran Bahasa Inggris kelas 3.

1. My Daily Routines

Unit pertama membahas Daily Routines atau rutinitas sehari-hari. Peserta didik diarahkan untuk mengenali dan menggunakan kosakata dasar yang berkaitan dengan kegiatan harian, seperti wake up, pray, exercise, study, eat, help, dan sleep.

Tujuan pembelajaran mencakup kemampuan mengidentifikasi kosakata melalui kegiatan menyimak, mengucapkan aktivitas sehari-hari dengan jelas, memahami instruksi sederhana, melakukan interaksi sederhana dengan teman, hingga mempresentasikan rutinitas mereka dalam Bahasa Inggris.

Pembelajaran dikembangkan menggunakan Project-Based Learning dengan pendekatan Deep Learning. Beberapa aktivitas yang dirancang antara lain diskusi, tanya jawab, bermain peran, permainan, kerja kelompok, menggambar, membuat poster, dan presentasi.

Pada bagian LKPD, peserta didik dapat menggambar beberapa aktivitas yang biasa mereka lakukan kemudian menuliskan kalimat sederhana dalam Bahasa Inggris. Terdapat pula proyek My Daily Routine Poster atau Our Daily Routines yang mengajak siswa membuat poster secara individu atau berkelompok dan mempresentasikannya.

Materi ini juga dikaitkan dengan tujuh kegiatan Anak Indonesia Hebat sehingga pembelajaran Bahasa Inggris tidak berdiri sendiri, tetapi dapat dihubungkan dengan kebiasaan positif seperti bangun tidur, beribadah, berolahraga, gemar belajar, makan sehat dan bergizi, bermasyarakat, serta tidur cepat.

2. Numbers 50–100

Unit kedua berfokus pada angka 50 sampai 100 dalam Bahasa Inggris. Materi dimulai dengan pengenalan pola angka puluhan seperti fifty, sixty, seventy, eighty, ninety, hingga one hundred. Peserta didik kemudian belajar menggabungkannya dengan angka satuan, misalnya fifty-one, seventy-three, atau ninety-nine.

Kegiatan pembelajaran dibuat lebih aktif melalui aktivitas Number Hunt, latihan mendengarkan dan menirukan, mengenali pola angka, Count and Match, Number Dictation, dan permainan Number Bingo.

Dokumen juga menyediakan proyek Our Number Book/Display. Dalam proyek tersebut, peserta didik bekerja dalam kelompok untuk membuat buku kecil atau tampilan angka yang mencakup rentang 50–100. Setiap bagian dapat mewakili kelompok angka tertentu dan dilengkapi tulisan angka, nama angka dalam Bahasa Inggris, serta representasi visual.

Asesmen pada unit ini meliputi observasi, penilaian kinerja, kuis lisan, penilaian teman sejawat, penilaian diri, proyek kelompok, tes tertulis, dan tes lisan. Dengan demikian, kemampuan peserta didik tidak hanya dilihat dari kemampuan menulis angka, tetapi juga dari kemampuan menyimak dan mengucapkannya.

3. Prepositions of Place

Unit ketiga membahas Prepositions of Place atau kata depan tempat. Kosakata utama yang terdapat dalam dokumen meliputi in, on, under, near, in front of, behind, dan between.

Materi ini menggunakan benda-benda konkret di sekitar kelas agar peserta didik dapat memahami hubungan posisi secara langsung. Misalnya, guru dapat meletakkan pensil di atas meja, di bawah kursi, atau di dalam kotak kemudian meminta peserta didik mengamati dan mendeskripsikan posisinya.

Model pembelajaran yang digunakan adalah Discovery Learning dengan pendekatan Deep Learning. Aktivitasnya mencakup Object Placement & Discovery, Listen and Point, Do as I Say, permainan Where Is It?, melengkapi kalimat, menggambar berdasarkan preposisi, serta proyek My Room/Classroom Map.

Melalui proyek tersebut, peserta didik bekerja dalam kelompok untuk membuat denah kamar atau ruang kelas, menempatkan beberapa benda, kemudian membuat kalimat Bahasa Inggris yang menjelaskan posisi benda tersebut. Proyek diakhiri dengan presentasi kelompok dan refleksi.

Asesmen dan Refleksi Pembelajaran

Ketiga unit dalam dokumen memberikan ruang bagi guru untuk melakukan asesmen selama proses maupun pada akhir pembelajaran. Bentuk asesmen yang digunakan cukup beragam, mulai dari observasi aktivitas siswa, penilaian kinerja, kuis lisan, tes tertulis, tes lisan, penilaian teman sejawat, penilaian diri, hingga penilaian produk dan presentasi.

Dokumen juga menyediakan rubrik penilaian dengan skala 1 sampai 4. Rubrik tersebut digunakan untuk menilai beberapa aspek seperti diskusi kelompok, kolaborasi, kreativitas produk, pengucapan, kelancaran berbicara, kepercayaan diri, serta kesesuaian penggunaan Bahasa Inggris dengan tugas yang diberikan.

Selain asesmen, tersedia pula bagian refleksi untuk peserta didik dan pendidik. Refleksi membantu guru mengetahui bagian materi yang sudah dipahami, aktivitas yang paling disukai siswa, serta konsep yang masih membutuhkan penguatan.

LKPD, Pengayaan, dan Remedial

Guru juga memperoleh contoh LKPD yang berkaitan langsung dengan masing-masing materi. LKPD dirancang untuk mendukung aktivitas menggambar dan menulis rutinitas, menghitung dan menuliskan angka, serta mengidentifikasi kata depan berdasarkan gambar.

Untuk peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran dengan baik, modul menyediakan alternatif kegiatan pengayaan. Contohnya membuat jadwal harian dalam Bahasa Inggris, mencari kosakata baru, membuat permainan angka, membuat teka-teki, melakukan treasure hunt, atau membuat denah rumah dengan deskripsi lokasi benda.

Sementara itu, kegiatan remedial diarahkan pada pengulangan konsep secara bertahap. Guru dapat menggunakan visualisasi, benda konkret, permainan, latihan pengucapan, serta LKPD dengan tingkat kesulitan yang lebih sederhana sesuai kebutuhan peserta didik.

Bagaimana Pendekatan Deep Learning Diterapkan?

Dokumen secara jelas menggunakan istilah Deep Learning atau pembelajaran mendalam. Penerapannya terlihat dari rancangan kegiatan yang tidak berhenti pada pengenalan kosakata, tetapi mengajak peserta didik memahami, menerapkan, menganalisis, menciptakan, mempresentasikan, dan melakukan refleksi.

Konsep Mindful Learning digunakan untuk membantu siswa memusatkan perhatian terhadap kegiatan belajar. Meaningful Learning menghubungkan materi dengan situasi yang mereka jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Sementara Joyful Learning diwujudkan melalui permainan, lagu, aktivitas bergerak, proyek, dan kegiatan interaktif.

Pendekatan tersebut juga memberi ruang bagi kolaborasi, komunikasi, kreativitas, berpikir kritis, pembentukan karakter, dan kewarganegaraan. Artinya, Bahasa Inggris diposisikan sebagai sarana untuk berkomunikasi dan memahami lingkungan, bukan sekadar materi yang harus dihafalkan.

Dalam praktiknya, guru tetap dapat menyesuaikan aktivitas Deep Learning dengan kondisi kelas. Tidak semua kegiatan harus dilaksanakan dengan bentuk yang sama. Guru dapat memilih aktivitas yang paling sesuai dengan fasilitas sekolah, waktu yang tersedia, tingkat kemampuan siswa, dan karakteristik peserta didik.

Manfaat Modul bagi Guru

Modul ini dapat membantu guru memiliki gambaran yang lebih terstruktur dalam menyiapkan pembelajaran Bahasa Inggris kelas 3. Materi, tujuan, aktivitas, asesmen, LKPD, refleksi, serta tindak lanjut telah ditempatkan dalam satu dokumen sehingga lebih mudah dijadikan bahan pertimbangan saat menyusun pembelajaran.

Guru juga dapat mengambil bagian tertentu saja sesuai kebutuhan. Misalnya, bagian materi dapat digunakan sebagai referensi bahan ajar, kegiatan permainan dapat diadaptasi untuk pembelajaran di kelas, sedangkan contoh proyek dan LKPD dapat dikembangkan kembali menjadi aktivitas yang sesuai dengan kondisi sekolah.

Dengan adanya contoh asesmen dan rubrik, guru juga dapat memperoleh inspirasi untuk menilai kemampuan Bahasa Inggris siswa secara lebih beragam, tidak hanya melalui soal tertulis.

Siapa yang Dapat Menggunakan Modul Ini?

Modul ini terutama relevan bagi guru Bahasa Inggris kelas 3 SD/MI, khususnya untuk pembelajaran Fase B semester 1. Guru kelas yang menangani pembelajaran Bahasa Inggris juga dapat menjadikannya sebagai bahan referensi dalam menyusun kegiatan pembelajaran.

Karena setiap sekolah memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda, dokumen sebaiknya diperlakukan sebagai referensi yang dapat disesuaikan. Guru dapat mengubah contoh aktivitas, media, alokasi kegiatan, bentuk tugas, maupun tingkat kesulitan sesuai karakteristik peserta didik.

Catatan Sebelum Menggunakan Perangkat

Guru sebaiknya membaca keseluruhan modul terlebih dahulu sebelum menerapkannya di kelas. Beberapa aktivitas membutuhkan media seperti flashcard, benda konkret, speaker, audio, laptop, atau proyektor jika tersedia.

Jumlah siswa, fasilitas sekolah, kemampuan awal Bahasa Inggris, serta waktu pembelajaran juga perlu menjadi pertimbangan. Jika fasilitas terbatas, sebagian kegiatan tetap dapat dilakukan dengan menggunakan papan tulis, kartu sederhana, benda yang tersedia di kelas, dan aktivitas komunikasi langsung.

Dengan penyesuaian tersebut, isi modul dapat lebih mudah diterapkan secara kontekstual dan tetap memberikan pengalaman belajar yang aktif, bermakna, serta menyenangkan bagi peserta didik.

Download Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 3

File yang tersedia berisi dokumen Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 3 dengan pendekatan Deep Learning. Dokumen dapat dijadikan referensi untuk membantu guru menyiapkan pembelajaran pada materi Daily Routines, Numbers 50–100, dan Prepositions of Place.

Kesimpulan

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 3 yang tersedia dapat menjadi salah satu referensi praktis bagi guru dalam menyiapkan pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih terarah. Isi dokumen mencakup materi Daily Routines, Numbers 50–100, dan Prepositions of Place, lengkap dengan kegiatan pembelajaran, asesmen, LKPD, refleksi, pengayaan, remedial, serta rubrik penilaian.

Pendekatan Deep Learning yang digunakan memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar melalui kegiatan yang bermakna, aktif, kontekstual, dan menyenangkan. Guru tetap dapat menyesuaikan setiap bagian perangkat dengan kondisi sekolah, fasilitas yang tersedia, alokasi waktu, serta karakteristik peserta didik.

Jika Anda membutuhkan referensi perangkat pembelajaran lainnya, Anda juga dapat mengunjungi www.perangkatpembelajaran.web.id untuk menemukan berbagai materi dan perangkat pembelajaran yang dapat digunakan sebagai bahan referensi.



Informasi Terkait Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 3 Kurikulum Merdeka Deep Learning

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 3 Kurikulum Merdeka Deep Learning merupakan bagian dari kumpulan perangkat pembelajaran yang tersedia di PERANGKAT PEMBELAJARAN. Halaman ini dapat menjadi referensi bagi guru dalam mencari bahan ajar, perangkat ajar, serta materi pendukung pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan kelas.

Topik pada artikel ini berkaitan dengan: Bahasa Inggris, Deep Learning, Fase B, Kelas 3, Kurikulum Merdeka, Modul Ajar, Modul Ajar Bahasa Inggris, Perangkat Pembelajaran, SD .

Untuk melengkapi bahan yang sedang dicari, kunjungi artikel terkait pada bagian Artikel Terkait. Gunakan perangkat yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, kondisi sekolah, dan tujuan pembelajaran.

Bahan Ajar Guru Terbaru

Temukan referensi Modul Ajar, ATP, CP, KKTP, Prota, Promes, dan Perangkat Ajar lainnya melalui artikel yang tersedia di website ini. Kumpulan tersebut dikembangkan untuk membantu guru menyiapkan pembelajaran secara lebih terarah dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan satuan pendidikan.

Lihat perangkat pembelajaran terbaru »

0 Response to "Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 3 Kurikulum Merdeka Deep Learning"

Posting Komentar